Turap Ambruk, Belasan Orang di Tajur Masih Mengungsi di Rumah Warga

Kota Bogor – bogorOnline.com

Sedikitnya 18 jiwa dari lima Kepala Keluarga terpaksa harus mengungsi pasca-ambruknya turap milik mal Boxies 123 di Kampung Sukajaya RT01 RW06, Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor pada Sabtu 12 Oktober 2019.

Hingga kini untuk sementara warga terdampak bencana tinggal di salah satu rumah warga yang tak jauh dari lokasi kejadian. Turap sepanjang 25 meter dengan tinggi lima meter tersebut ambruk sekira pukul 18.00 WIB.

Ooy Rokayah (48), warga setempat menceritakan detik-detik peristiwa yang terjadi di depan matanya. Kata dia, sesaat sebelum kejadian terlihat air masuk ke dalam rumahnya.

“Sebelum azan Magrib saat hujan deras nggak henti-henti, air masuk ke rumah. Setelah itu terdengar bunyi krek, krek (seperti suara retak dinding). Barulah air ya g bercampur lumpur hampir selutut masuk ke rumah-rumah warga,” terang Ooy, Ahad 13 Oktober 2019.

Ooy waktu itu yang dalam keadaan panik sontak teringat sang Abah yang tinggal sendiri di rumahnya. Tanpa berpikir panjang, wanita itu berusaha menyelamatkan sang Abah dibawa ke rumahnya yang berjarak selemparan batu.

“Saya langsung lari sambil bilang Allahuakbar. Saya gendong si Abah sampai si Abah juga terjatuh dan kakinya sampai berdarah. Mana gelap lagi. Alhamdulillah, pasca itu semua ngungsi tinggal di sini,” tukasnya.

Ia sudah memprediksi bahwa turap yang dibangun sejak setahun lalu itu sewaktu-waktu bakal ambruk. Dirinya mengaku sudah melaporkan kekhawatiran itu kepada pemilik turap melalui RW setempat.

“Iya, memang sudah khawatir, ternyata kejadian. Apalagi kalau hujan, air selalu keluar dari lubang-lubang yang ada tembok. Bapak (suami Ooy) suka bilang untuk dibuatkan gorong-gorong. Iya, iya, tapi nggak dikerjain,” ungkapnya.

Sementara itu, pantauan di lokasi sejumlah warga tampak masih membersihkan material lumpur yang sebelumnya telah menggenangi rumahnya. Selain itu, sejumlah petugas tengah melakukan aktivitas memperbaiki lokasi longsor.

“Alhamdulillah, kita juga sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah melalui Tagana berupa matras dan natura berupa beras, minyak goreng dan mie instan. Semua yang mengungsi masih di sini,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Ketua RW06 Bakroni mengungkapkan akibat dari peristiwa itu terdapat tiga rumah warga dari total tujuh rumah terdampak mengalami rusak berat tertimpa material beton. Meski begitu, ia bersyukur dalam kejadian tersebut tak sampai menimbulkan korban jiwa.

“Untuk penyelesaian, pihak Boxies 123 mau bertanggungjawab apapun kerusakan baik itu rumah maupun barang-barang lain. Begitu juga terhadap dua warga yang luka ringan sudah diminta untuk dibawa ke rumah sakit,” tutur Bakroni. (HRS)