by

Sempat Terputus, Jalan Menuju Taman Quiling Kembali Normal

BOGORONLINE.com, TANJUNGSARI – Jalan menuju Heaven Memorial Park atau Taman Quiling, salah satu pemakaman eksklusif di Desa Buanajaya Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor, terputus. Putusnya jalan disebabkan karena tingginya curah hujan pada Rabu (27/5) sore, sehari sebelumnya yang mengguyur wilayah itu. Akibatnya gorong-gorong saluran Curug Huni tergerus air.

Penilik Ruas jalan Sirnarasa-Bantarkuning, UPT Infrastruktur dan Jembatan Wilayah Jonggol, Aji membenarkan adanya jalan yang terputus. Lokasi jalan yang terputus kata dia, di Kampung Jatiurip RT/01, RW/01 Desa Buanajaya. Jalan milik Pemkab Bogor melewati perkampungan penduduk, terpaksa dilakukan langkah penanganan darurat agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.

“Betul, jalan menuju quiling terputus, tergerus air. Putusnya jalan itu karena tingginya curah hujan, volume air menjadi tinggi,” kata Aji melalui sambungan telephone, Kamis (28/5).

Menurut dia, selain curah hujan yang tinggi, saluran air berupa gorong-gorong tidak cukup menampung air, hanya berdiameter 50 centimeter. Karena kecil dengan volume air yang tinggi membuat genangan, akhirnya mengikis badan jalan.

“Penyebabnya hujan deras sehingga air tidak tertampung. Debit air besar dan deras dari arah dataran tinggi. Sementara gorong-gorongnya kecil, hanya berdiameter sekitar limapuluh sentimeter,” imbuhnya.

Lanjut dia, melihat kondisi jalan yang butuh penanganan lebih lanjut, pihaknya telah melakukan survey dan membuat laporan. Tinggal menunggu rencana kedepan, apakah mau pasang plat beton atau menggunakan box culvert.

“Penanganan sementara tadi sudah kami lakukan bersama pihak quiling karena jalan itu merupakan akses utama menuju pemakaman. Saat ini sudah bisa dilewati kendaraan melalui jalan sodetan,” lanjutnya.

Sementara itu, Tokoh Buanajaya Angga Dita Erlangga melihat salah satu penyebab putusnya jalan karena ekosistim menjadi tidak berimbang, sehingga kontur tanah menjadi rapuh, tidak bisa lagi menahan air.

Angga Dita yang juga anggota LSM Lembaga Monitor Hukum Anggaran Indonesia (LMHA-I) ini berharap pemerintah bertindak tegas dan bijak dalam menangani jika terjadi kerusakan lingkungan. Dengan bertindak mengedepankan kepentingan masyarakat umum, bukan kepentingan pribadi atau golongan. Bersinergi dengan pengusaha galian dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.

“Demi kelestarian, saya berharap pemerintah bertindak tegas dan bijak dalam penanganan lingkungan. Jangan sampai terjadi lagi kerusakan akibat kesewenangan seperti yang terjadi sekarang. Saya juga mengajak masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan, agar kelestarian alam tetap terjaga. Ini demi kelangsungan hidup anak cucu kita kedepan,” pungkas Angga. (Soeft)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed