Kalapas Gunung Sindur Resmi Berganti Dalam Pandemi Covid 19

beranda, Kab Bogor1.2K views

BOGORONLINE.com, GUNUNGSINDUR – Kepala Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur resmi berganti setelah serah terima jabatan (Sertijab) dari Mulyadi, kepada Plt. Erry Taruna. Di tengah kewaspadaan pandemi virus corona (covid-19), sertijab tersebut dilangsungkan di halaman Lapas Kusus kelas llA Gunung Gunung Sindur Kecamatan Gunung Sindur Kabupaten Bogor.

Dalam momen sertijab dihadiri Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenmkumham Jawa Barat Imam Suyudi tersebut juga dilakukan dengan protokol covid-19. Yakni, semua peserta sertijab berjarak mengenakan masker dan sarung tangan serta, dilakukan pengecekan suhu tubuh.

“Kemarin pak Mulyadi mendapatkan SK dari Ditjen PAS, di Promosikan menjadi kepala Divisi Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur (NTT). Sertijab juga kita mengikuti dengan protokol kesehatan covid 19,” ujar Tan Malaka Humas Lapas Khusus Gunung Sindur seusai acara, Sabtu 20 Juni 2020.

Dikesempatan ini, Mulyadi menyampaikan, selama menjabat selama 5 bulan, dirinya membuat inofasi kinerja di Lapas Gunung Sindur berbasis teknologi digital melalui layanan hak integrasi, layanan informasi.

“Aplikasi ini memudahkan untuk mengawasi apel penghuni berbasis digital, pembukuan bahan makanan dan stok opname obat di poliklinik berbasis digital,” paparnya.

Sementara itu, Plt kalapas Gunung Sindur Erri Taruna yang juga menjabat kepala Lapas kusus Narkotika Gunung Sindur mengatakan, dirinya siap melanjutkan infosi berbasis digital yang telah dicanang pak Mulyadi selama menjabat kalapas Gunung Sindur.

“Saya ucapkan terimakasih banyak, dan saya meminta dukungan dari semua pihak untuk berkolaborasi dalam mewujudkan situasi yang kondusif di Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur dan Lapas Narkotika Gunung Sindur,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenmkumham Jawa Barat
Imam Suyudi dalam sambutannya menyampaikan, mari kita membangun komunikasi yang baik, baik secara internal maupun bersama stakholder di lingkungan kita.

“Pemasyarakatan ini tidak akan berdiri sendiri, banyak stakholder yang senan tiasa melakukan upaya baik kerjasama dengan kita. Yang kita tahu, pilosofinya keberhasilan Pemasyarakatan itu ada di warga binaan, petugas dan seluruh stakholder dan masyarakat,” pungkasnya. (Mul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *