by

Terbit SP3, Korban Penipuan Akan Tempuh Praperadilan

BOGORONLINE.com, Bogor Tengah – Ria Rusty Yulita, korban terduga penipuan dan penggelapan berkedok investasi bisnis angka bicara mempertanyakan penghentian penyidikan terhadap tersangka berinisial RA. Untuk ini, Ria berencana akan menempuh jalur praperadilan melalui kuasa hukumnya.

“Tanggal 23 Juli 2020, kasus ini dihentikan oleh penyidik dengan alasan tidak cukup bukti. Saya sendiri yakin tindak pidananya jelas dan semua bukti jelas. Jadi saya melalui kuasa hukum saya akan mengambil langkah menempuh pra peradilan,” kata Ria kepada sejumlah awak media di salah satu rumah makan, pada Ahad (2/8/2020) sore.

Ria menjelaskan, dari semua bukti yang ada, setidaknya lima point yang krusial bahwa penipuan dan penggelapan investasi bisnis itu, pertama adalah bisnis di perusahaan yang dijanjikan oleh RA tidak ada. Kedua, RA sudah mengakui kepada polisi bahwa uang investasi digunakan diluar bisnis yang bekerjasama dengannya.

Ketiga, lanjutnya, satu teman dirinya yang juga korban sudah di BAP menjadi saksi korban dengan mengalami kerugian Rp30 juta. Keempat, saksi ahli auditor sudah menghitung total kerugiannya dengan hasil perhitungan Rp680 juta.

“Dan kelima, sudah ada ahli hukum pidana yang menyatakan bahwa ini tindak pidana murni karena memang dari awal kegiatan usaha dia (RA) tidak ada,” beber wanita yang juga pengusaha kuliner itu.

Diketahui, kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan ini dilaporkan oleh Ria Rusty Yulita ke Polresta Bogor Kota pada 3 Juli 2019. Selanjutnya, RA selaku terlapor ditetapkan sebagai tersangka pada 21 September 2019. Kasus ini juga telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Kota Bogor.

“Yang membuat saya kecewa kenapa dari pihak kejaksaan ini perdata, padahal saya mengajukan pidana. Dan tindakan penipuan yang saya tahu dari beberapa orang hukum, 100 kali pun bersangkutan mengembalikan uang kepada saya, tindak pidananya tidak akan hilang,” ungkap mahasiswi pasca sarjana SB IPB itu.

Ria melanjutkan, bahwa berkas perkara RA sudah tiga kali dilimpahkan ke kejaksaan dari kepolisian namun dikembalikan atau P19 dengan alasan tidak cukup alat bukti. Sejak itu, penyidikan tindak pidana ini dihentikan oleh penyidik.

Kasus ini berawal ketika Ria diajak kerjasama penanaman modal usaha untuk mencetak barang pembuatan inboxs, outher boks dan jahit sepatu di salah satu perusahaan swasta oleh RA. Waktu itu, RA mengaku sebagai vendor dan sekertaris di perusahaan tersebut.

“Saya mulai (investasi) bulan Januari 2017. Jadi, saya hanya memodali bisnisnya saja. Modal saya terus tambah. Sampai akhirnya saya mau tarik semua modal di tahun 2018 karena keuntungan bagi hasil mulai kurang. Nah, setelah itu dikontak mulai nggak bisa. Totalnya pernah sampai Rp1,2 miliar,” ujarnya.

Untuk ini, Ria meminta para penegak hukum menegakkan keadilan yang seadil-adilnya, karena kasus yang menimpanya betul-betul penipuan murni. Terlebih sampai saat ini tidak ada itikad baik dari bersangkutan walaupun sekedar untuk menemuinya.

“Ini dia (RA) nggak ada sedikitpun kontak saya atau apakah,” tukasnya.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Bogor Kota AKP Firman Taufik ketika dihubungi sejumlah awak media tidak memberikan jawaban. Sementara itu, Paur Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Desty Irianti menyarankan untuk kasus ini ditanayakan langsung kepada Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim).

“Untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan ke Reskrim,” singkatnya menutup. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed