
Reporter: Adelia Maulitania
Pluto sebelumnya merupakan bagian dari tata surya dan menjadi planet urutan kesembilan dari Matahari. Namun, International Astronomical Union (IAU) pada tahun 2006, memberi bukti bahwa Pluto bukanlah planet. Pluto tidak memenuhi beberapa syarat untuk menjadi planet, seperti berada di orbit sekitar Matahari, memiliki massa yang cukup, dan lain-lain.
Simak lima fakta lain tentang Pluto di bawah ini!
- Berukuran Lebih Kecil dari Bulan
Pluto memiliki ukuran yang lebih kecil dari Bulan. Meskipun begitu, Pluto memiliki lima satelit dan ukuran satelit terbesarnya, Charon, hampir mirip dengan ukuran Pluto. Hal ini membuat Pluto dan Charon seperti sistem planet ganda.
- Berwarna Merah Bukan Biru atau Kelabu
Pluto selama ini digambarkan dengan warna biru atau kelabu. Namun, rupanya Pluto berwarna merah berpasir yang agak kecokelatan. Warna merah ini berasal dari molekul hidrokarbon yang terbentuk ketika sinar kosmik dan sinar ultraviolet Matahari berinteraksi dengan metana yang ada di atmosfer dan permukaan Pluto.
- Pegunungan Es Berbentuk Hati di Pluto
Jarak Pluto yang jauh dari Matahari membuat banyak kabuT dan es yang mengambang di permukaan Pluto, serta suhunya dapat mencapai –225°C. Selain itu, terdapat pula pegunungan es yang berbentuk seperti hati dengan puncak gunung yang diyakini mencapai 804 – 1.609 m tingginya.
- Bukit Pasir dari Es
Pluto memiliki bukit pasit yang terdiri dari butiran es metana padat dan diukir oleh angin. Bukit pasir ini tidak terpengaruhi oleh lapisan es di Pluto, sehingga dapat disimpulkan bahwa bukit pasir ini terbentuk sekitar 500.000 tahun terakhir.
- Detak Jantung Pluto
Pluto mengalami penghangatan nitrogen yang beku dan membuatnya menjadi uap pada siang hari. Setelah itu, nitrogen yang menguap ini akan mengalami kondensasi dan berubah menjadi es lagi ketika malam hari. Para peneliti menyebut fenomena ini sebagai detak jantung Pluto, yaitu fenomena yang mengontrol sirkulasi atmosfer angin nitrogen di sekitar Pluto.




