by

Polisi Sudah Panggil 20 Orang Terkait RS UMMI

BOGORONLINE.com, Bogor Tengah – Polresta Bogor Kota menyatakan pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap 20 orang terkait pelaporan Satgas Covid-19 Kota Bogor kepada direktur utama Rumah Sakit UMMI.

“Kami sudah memeriksa 20 orang. Jika nanti berkembang dari hasil pemeriksaan, mungkin akan dipanggil untuk melengkapi berkas-berkas,” kata Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Hendri Fiuser kepada awak media di Mako Polresta Bogor Kota, Kamis (3/12/2020).

Hendri menjelaskan, jumlah 20 orang yang dimintai keterangan oleh penyidik itu total dari hari Senin (30/11/2020) sampai Kamis (3/12/2020). Untuk hari ini, ada empat orang, satu di antaranya Wali Kota Bogor Bima Arya.

Ia mengatakan, sesuai mekanisme pada tahap penyelidikan ini, penyidik akan membuat resume atau ringkasan dari semua hasil pemeriksaan pekan depan. Setelah itu, dilanjutkan dengan gelar perkara.

“Nanti mekanismenya hasil dari pemeriksaan akan dibuat resumenya oleh penyidik, intisari dari jawban-jawaban itu, lalu akan digelar perkara untuk naik ketingkat penyidikan yang akan dilakukan oleh tim dari Bareskrim, Reskrimum Polda Jabar dan Satreskrim Polresta Bogor Kota,” jelasnya.

Hendri mengatakan, pihaknya melanjutkan untuk menangani pelaporan ini dengan melihat aturan. Sehingga pencabutan laporan tidak bisa dilakukan karena ini bukan delik aduan tapi pidana murni.

“Pencabutan. Kami lihat kepada aturan, aturannya bukan delik aduan. Kalau delik pidana murni ini aturan yang berlaku tidak bisa dicabut. Contoh terjadi pembunuhan itu delik pidana murni, tiba-tiba keluarga damai, bisa dicabut?, tidak bisa. Sama dengan ini,” tuturnya.

Sama seperti wali kota Bogor, kata Kapolresta, dirinya juga termasuk yang dimintai keterangan oleh penyidik.

“Sama dengan saya kemarin, Pak Dandim,” kata Hendri.

Hendri menjelaskan, untuk barang bukti seperti halnya CCTV di RS UMMI bisa saja dibutuhkan untuk pembuktian dalam perkara ini.

“Jadi barang bukti berkaitan dengan perkara itu nanti akan kami sita, bukan hanya CCTV. Tapi tergantung kebutuhan tim untuk membuktikan,” tukasnya. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed