by

Jembatan Cimapag Terancam Ambruk

BOGORONLINE.com, TANJUNGSARI – Pembangunan jembatan yang menghubungkan Kampung Gobang dengan Kampung Cimapag Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Bogor, menuai masalah. Jembatan diatas Sungai Cimapag yang telah menelan dana delapan miliar rupiah lebih dari APBD Kabupaten Bogor itu, rusak berat. Bahkan, bangunan utama nyaris putus lantaran diterjang arus saat terjadi banjir pada Minggu (21/2) lalu.

Selain diterjang arus deras, kerusakan jembatan diduga kuat disebabkan tidakadanya tebing penahan tanah (TPT). Sehingga, jembatan yang baru seumur jagung terancam ambruk.

Tidak adanya TPT pada jembatan yang telah diresmikan Bupati Bogor Ade Yasin pada 28 Desember 2020 lalu, membuat Ketua LSM Lembaga Pemerhati Nasional Indonesia Membangun Angga Dita Erlangga angkat bicara.

Kata dia, pembangunan Jembatan Cimapag merupakan contoh kegagalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Baik pengawasan maupun perencanaan pembangunan.

“Jembatan Cimapag yang tidak menggunakan TPT pada kedua ujungnya, merupakan kesalahan. Karena jembatan sebesar itu dengan arus air yang cukup deras, tidak akan bertahan lama hanya dengan tumpukan sirtu,” kata Angga melalui sambungan telephonnya, Rabu (24/2).

Pada saat pelaksanaan pembangunan oleh penyedia jasa PT. Mulyagiri dan Konsultan pengawas PT. Angelia Oerip Mandiri mestinya pihak PUPR rutin dan transparan melakukan pengawasan. Tidak perlu ada yang ditutup-tutupi kepada publik, seperti pembuatan TPT yang saat ini menjadi konsumsi publik.

Menurut dia, kalau TPT ada dalam perencanaan, pekerjaan harus dituntaskan terlebih dahulu oleh penyedia jasa sebelum masa pelaksanaan habis waktunya, Namun, jika TPT nya tidak ada dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB), semakin memperjelas kesalahan dinas PUPR.

“Ini kegagalan pupr dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya. Mestinya, sebelum diresmikan bupati, semua pembangunan yang sesuai rab harus tuntas,” tegas Angga.

Untuk itu, dirinya meminta kepada seluruh elemen yang berkepentingan, melakukan langkah-langkah penanganan. Kalau dibiarkan, kerusakan jembatan akan lebih parah.

Lanjut dia, dana untuk membangun jembatan berasal dari uang rakyat, uang negara, bukan uang pribadi. Karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum terkait penggunaan anggaran Jembatan Cimapag.

“Saya prihatin melihat kondisi jembatan cimapag saat ini. Kalau dibiarkan tanpa penanganan serius dari pihak terkait, baik penyedia jasa maupun dinas pupr dapat dipastikan akan terjadi kerusakan yang lebih parah, sehingga berpotensi terjadinya kerugian negara” lanjutnya.

Sampai berita ini ditayangkan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor Subiantoro yang dihubungi melalui WhatsApp belum memberikan klarifikasi terkait rusaknya Jembatan Cimapag. (Soeft)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *