by

128 Warga Dapat Pelatihan Berbasis Kompetensi di BLK Kota Bogor

BOGORONLINE.com, Bogor Selatan – UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Bogor mengadakan pelatihan Berbasis Kompetensi Gelombang I tahun 2021. Kegiatan yang dipusatkan di kantor UPTD BLK Kota Bogor ini diikuti 128 orang.

Kepala UPTD BLK Kota Bogor, Enjang Nurjaman mengatakan, pelatihan yang bersumber dari pemerintah pusat itu bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat, dengan harapan kedepan bisa membuka lapangan kerja.

Ia menjelaskan pelatihan yang diberikan mulai dari ketahanan mental yang dibimbing oleh anggota Kodim 0606/Kota Bogor. Kegiatan ini selama tiga hari sampai dengan Rabu.

Berikutnya, materi pelatihan yang dilaksanakan pada Kamis. Untuk peserta, sambung Enjang, tercatat ada 128 orang yang sebagian besar warga Kota Bogor, dan ada pula warga Kabupaten Bogor yang ikut dalam pelatihan tersebut.

“Pelatihan ini juga meliputi tujuh kejuruan, seperti Bahasa Inggris, Komputer, Otomotif, Tata Boga, Perhotelan dan Kecantikan, serta Service AC,” papar mantan Sekretaris Lurah Tegallega itu, Senin (5/4/2021).

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor, Elia Buntang menyampaikan dengan adanya pelatihan ini diharapkan bisa menciptakan pengusaha yang handal. Sebab jumlah pengangguran di Kota Bogor tercatat naik 12 persen saat kondisi pandemi Covid-19.

“Saya berharap pelatihan pelatihan ini menjadikan wiraswasta yang baru dan bukan lagi pekerja,” kata Elia.

Sementara itu, Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor, Achmad Saeful Bakhri mengapreasiasi langkah Disnaker yang melaksanakan pelatihan saat pendemi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Langka itu dianggap sebuah terobosan yang mampu menumbuhkan wirausaha baru di masa pandemi, sekaligus meningkatkan kompetensi dan ruang bagi para milenial.

Pihaknya berharap kedepan Disnaker menjalin kemitraan dengan perusahaan yang baru atau yang sudah ada di Kota Bogor.

“Kedepan pelatihan bagi SDM di perusahaan nantinya harus dilakukan di UPTD BLK ini,” imbuhnya.

Sehingga, sambung dia, sebelum membuka usaha pusat perbelanjaan ataupun pabrik, Disnaker diajak untuk berkomunikasi berkaitan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan dan kompetensinya.

Untuk penyiapan SDM, kata ASB panggilan akrabnya, Disnaker pun nantinya harus menjalin kerjasama dengan SMK di Kota Bogor untuk penyerapan potensi lulusan dari sekolah tersebut.

“Kepada para peserta, kita berharap untuk merubah mindset bahwa dari pelatihan ini mereka akan disalurkan menjadi tenaga kerja. Tapi diharapkan para peserta dapat menjadi agen pelaku ekonomi baru di tengah pendemi. Harus bagaimana pelatihan ini jadikan peningkatan kompetensi untuk membuka wirausaha baru,” tandasnya.

Lebih jauh dikatakan ASN, pada masa pandemi ini memang harus terus membuka ruang usaha baru karena ada peningkatan jumlah PHK. Kedepan, BLK diharapkan juga jangan monoton dalam program pelatihan yang diadakan, tapi cendrung mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.

“BLK telah mampu menciptakan akselerasi anggaran yang tidak hanya bertumpu di anggaran daerah. Dengan komunikasi yang dilakukan dengan pusat akhirnya kita manpu melakukan pelatihan seperti saat ini,” pungkas politisi PPP itu. (Hrs)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *