by

Cegah Kerumunan, Satgas Covid-19 Lakukan Rekayasa Arus Lalin di Pasar Kebon Kembang

BOGORONLINE.com, Bogor Tengah – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Satgas Covid-19 memberlakukan rekayasa arus lalu lintas menuju Pasar Kebon Kembang atau dikenal Pasar Anyar. Kebijakan ini dibuat untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

Wali Kota Bogor, Bima Arya menyampaikan kawasan tersebut setiap menjelang lebaran selalu mendapat atensi khusus karena kesemrawutan dan kebersihan. Pada tahun ini atensinya lebih dalam lagi terkait upaya mencegah naiknya kasus Covid-19.

Ia menjelaskan, kasus Covid-19 di Kota Bogor kemarin mencatat angka terendah sepanjang masa pandemi virus corona. Namun demikian secara nasional ada indikasi terjadi kenaikan kasus Covid-19.

“Kemarin satu hari kasus positif nya 13, jadi relatif terkendali, namun secara nasional ada indikasi Covid-19 naik. Jadi kalau kita lengah, abai dan lalai maka akan naik Covid-19 ini, naik karena kerumunan dan mobilitas warga,” ujar Bima Arya di pelataran pusat perbelanjaan modern Blok F Trade Center, Bogor Tengah, Selasa (4/5/2021).

Untuk itu, pihaknya sekarang fokus mencegah atau mengantisipasi kerumunan dan mobilitas warga di pusat perbelanjaan seperti mal dan pasar. Pihaknya pun mengajak warga untuk bisa memahaminya dan mengikuti terkait kebijakan tersebut.

“Kami mengimbau kepada warga Bogor untuk berpikir lagi apabila ingin mengunjungi tempat-tempat umum, karena kami akan melakukan kebijakan yang sangat ketat. Kalau kemudian pasar dan mal penuh sangat mungkin dilakukan penutupan sementara, termasuk di lingkungan ini. Jadi jangan sampai ada penumpukan kendaraan, kemacetan dan kesemrautan sehingga memimbulkan kerumunan,” tandasnya.

Ditempat yang sama, Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Susatyo Purnomo Condro menyampaikan, ada beberapa rekomendasi dari Satgas Covid-19 berkaitan rekayasa arus lalu lintas di kawasan tersebut. Kegiatan ini akan melibatkan petugas gabungan dari TNI Polri dan Pemkot Bogor.

Pertama, kata Susatyo, untuk akses menuju ke Pasar Kebon Kembang ada dua, yakni dari Jalan Dewi Sartika dan Sawo Jajar. Sedangkan akses keluar melalui Jalan Pengadilan.

“Arus Jalan Dewi Sartika apabila dalam situasi padat hanya boleh dilalui angkutan umum dan online, selebihnya untuk kendaraan pribdai akan diakukan pembatasan,” imbuh Kapolresta.

Dirinya mengharapkan ada pengaturan mobilitas kendaraan di kawasan tersebut yang bersifat situasional apabila kondisi arus lalu lintas dan gedung pasar sangat padat. Seperti kendaraan pribadi dari pagi sampai dengan pukul 12.00 WIB. Selanjutnya kendaraan angkutan umum dari pukul 12.00 WIB sampai dengan sore.

“Untuk angkot tetap aturannya 50 persen sehingga tidak ada angkot ngetem sampai penumpang penuh. Lima orang penumpang maksimal, jalan. Kemudian bongkar muat hanya dari jam 00.00 sampai jam 9. Selebihnya tidak ada yang parkir lama karena itu memenuhi arus jalan,” urainya.

Susatyo melanjutkan, pihaknya juga akan melakukan pengawasan protokol kesehatan di pos check point termasuk di gedung pasar.

“Check point ini untuk menilai (protokol kesehatan) termasuk ada di dalam gedung. Sehingga sistemnya, kalau di dalam gedung misalnya Blok A sampai F penuh, maka akan menghubungi tim yang ada di luar, untuk kesiagaan,” paparnya.

Susatyo menegaskan pada masa pendemi selain dimemsi ekonomi dan kesehatan, pihaknya juga perlu memperhatikan demensi keselamatan apabila terjadi kondisi darurat. Sehingga bagi kendaraan ambulan, pemadam kebakaran dan petugas lain diperbolehkan melitas di setiap ruas jalan di kawasan tersebut.

“Jadi setiap ruas jalan di area Pasar Kebon Kembang ini harus bisa dilalui oleh kendaraan darurat sehingga apabila ada parkiran ataupun lapak-lapak yang menutup ruas jalan maka kami akan membongkar. Sekali ini untuk keselamatan masyarakat,” tandasnya. (Hrs)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *