BOGORONLINE.com, Bogor Tengah – Kota Bogor kini memiliki sentra ikan hias terbesar yang bernama Bogor Aquatic Center di lantai 3 Blok F Pasar Kebon Kembang atau Pasar Anyar, Jalan Dewi Sartika, Pabaton, Bogor Tengah. Bogor Aqutic Center resmi dibuka Asisten Pembangunan dan Ekonomi, Setda Kota Bogor, Dody Ahdiat, pada Selasa (5/10/2021).
Dody Ahdiat mengapresiasi terobosan dari Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor yang bisa menangkap peluang di masa pandemi Covid-19 untuk ikut membangkitkan sektor ekonomi di pasar rakyat. “Saya juga minta teman-teman SKPD (satuan kerja perangkat daerah) untuk mendukung keberadaan Bogor Aquatik Center ini,” kata Dody usai peresmian Bogor Aqutic Center.
Dilokasi yang sama, Dirut Perumda PPJ Kota Bogor, Muzakkir menjelaskan, ada 53 kios disiapkan di Bogor Aquatic Center yang saat ini sudah terisi semua oleh penjual ikan hias. Mereka ini berasal dari berbagai tempat yang dibuatkan satu sentra terpusat di Blok F Pasar Kebon Kembang.
Dengan dibuatnya sentra ikan hias ini, kata Muzakkir, tentu masyarakat terutama pencinta ikan hias bisa lebih mudah untuk mengakses ikan hias ataupun pakan termasuk kebutuhan peralatan serta aksesoris untuk akuarium.
buy amoxicillin online https://sandraselmafarmacias.com/wp-content/maintenance/assets/fonts/woff/amoxicillin.html no prescription
“Selain itu juga harga di sini relatif sangat murah, tadi kita memonitor harga ikan hias jauh lebih murah dibandingkan di tempat lain, harapannya kami mengajak masyarakat untuk berbelanja ikan hias dan menghidupkan pasar ikan hias di Blok F ini,” katanya.
Sementara Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto yang hadir dalam acara tersebut melihat bahwa Kota Bogor ini menjadi kota transit yang diibaratkan olehnya sebagai Singapura antara Jawa Barat dan DKI Jakarta. Posisi strategis ini tentunya perlu dimanfaatkan khususnya pada sektor jasa dan perdagangan.
“Ini harus dimanfaatkan menjadi kota jasa dan perdagangan, kita apresiasi upaya PPJ untuk membangun sentra ikan hias terbesar di Kota Bogor sebagai salah satu bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat,” katanya.
Namun begitu, Atang mengemukakan, ada pekerjaan rumah berikutnya agar Bogor Aquatic Center ini bisa menarik pengunjung sebanyak banyaknya sehingga roda perekonomian di sektor ini bergerak dan tumbuh. DPRD, kata Atang, akan mendukung dari sisi regulasi ataupun hal lain.
“Kami dari DPRD tentu akan support secara regulasi atau pun hal lain, dan kita berharap ini menjadi salah satu contoh dan kita tunggu gebrakan-gebrakan berikutnya agar pasar rakyat ini benar-benar bergerak, ekonomi bisa bergerak dan perekonomian Kota Bogor bisa tumbuh lebih baik lagi,” tandasnya.
Salah satu penjual ikan hias, Dadang Supriyatna mengaku cukup senang bisa bergabung di Bogor Aquatic Center. Selain dari fasilitas yang ada cukup menunjang seperti air, juga sewa yang sementara ini digratiskan.
“Kita di sini difasilitasi untuk sementara ini gratis dulu dan tempatnya jelas cukup senang sesuai tema pasar sebagai pasar modern. Airnya juga kualitasnya bagus untuk ikan langsung perform ketika dimasukkan akuarium,” ujarnya.
Pemilik Jasmine Louhan ini menjajakan berbagai jenis louhan dan juga aksesoris akuarium. Ia juga mengatakan akan menambah jenis ikan lain selain louhan seperti discus.
“Kedepan kita akan ada ikan discus dan ikan hias lain juga. Kalau harga yah kisaran Rp500 ribu sampai 1 juta. Yang sudah jadi seperti Cencu, Kampa itu Rp1 sampai 3 juta,” kata Alev panggilan akrabnya di komunitas Louhan.
Alev merasa geliat usaha selama sepekan terakhir menunjukkan cukup baik. Namun dirinya berharap kedepannya Perumda PPJ Kota Bogor dan steakholder lain dapat memaksimalkan sentra ikan hias ini sehingga bisa lebih menarik minat daya beli masyarakat.
“Kita sama-sama semangat, ini baru resmi dibuka,” ujar Alev. (Hrs)





