Belum Ramah Anak, Kasus Pelecehan Seksual di Kabupaten Bogor Capai Angka Tertinggi

Cibinong – Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) kabupaten Bogor, mencatat kasus pelecehan, pencabulan dan pemerkosaan mencapai angka tertinggi dari kasus-kasus lainnya sepanjang 2021.

Dari laporan yang diterima Bogoronline.com, kasus pelecehan, pencabulan dan pemerkosaan mencapai angka 26 kasus, 14 kasus diterima dari laporan langsung, sementara 12 kasus lainnya diterima dari media masa.

Sementara, kasus anak dalam darurat atau bencana berada setelah kasus pelecehan seksual, yakni sebanyak 24 kasus yang didapat KPAD dari Media massa.

Kasus tertinggi ketiga sepanjang 2021 yakni kasus hak pengasuhan anak sebanyak 10 kasus. Sementara, kasus yang di bawah 10 laporan yang baik media massa maupun laporan langsung yakni kasus kekerasan terhadap anak dengan total 8 kasus, eksplorasi anak 4 kasus, penculikan, penyalahgunaan internet, anak hilang dan hak sipil anak 1 kasus.

Selain itu, pembunuh anak 3 kasus, penelantaran anak 7 kasus, gangguan lalu lintas oleh anak 2 kasus, anak terhadap kekerasan 4 kasus, anak terhadap kesehatan 4 kasus, anak terhadap pendidikan 3 kasus, bullying 4 kasus, anak berhadapan dengan hukum 5 kasus.

Komisioner KPAD Kabupaten Bogor, Asep Saepudin mengaku, pihaknya terus melakukan langkah antisipatif dengan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan instansi pendidikan untuk mencegah adanya perlakuan kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap anak.

“Sosialisasi terus kita jalankan ke instansi pendidikan serta, namun untuk saat ini kita belum maksimal karena terkendala pandemi,” katanya.

Selain itu, ia mengingatkan kepada masyarakat kabupaten untuk melakukan antisipasi dini dengan cara melaporkan kepada KPAD maupun pihak berwajib jika adanya dugaan kekerasan maupun pelecehan seksual di lingkungan mereka.

“Saya ingatkan agar tidak usah takut untuk melapor. Untuk melakukan aduan bisa datang langsung datang ke kantor (KPAD) atau ke Instagram KPAD kabupaten Bogor,”paparnya.

Ia menyebut, perlindungan terhadap anak merupakan tugas semua elemen baik pemerintah, instansi terkait dan masyarakat itu sendiri.

“Oleh karenanya, mari kita sama-sama jaga dan samakan persepsi,” katanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *