Amanat Pj Bupati Bekasi Pada Upacara HUT RI 77 Kecamatan Setu

Daerah, Headline699 views

BOGORONLINE.com, BEKASI KABUPATEN –
Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) RI 77, Rabu (17/8/22) tingkat Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi, berjalan sesuai rencana.

Peserta upacara HUT RI tersebut, berasal dari seluruh komponen masyarakat Setu, TNI/Polri, ASN, Pelajar, Ormas dan tokoh masyarakat Setu. Kehadiran warga tersebut, memberi kesan kebersamaan warga masyarakat Bekasi. Nampak Danramil Setu, Kapten Inf Shobirin dan Kapolsek AKP Sugeng Haryanto.

Rangkaian pelaksanaan upacara yang digelar di Lapangan Cijengkol, Desa Cijengkol, Kecamatan Setu, mulai dari pengibaran bendera merah putih oleh anggota paskibra, pembacaan teks proklamasi sampai carnaval perwakilan desa se-Kecamatan Setu semakin menambah suasana meriah

Dalam amanatnya, Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan yang dibacakan Camat Setu Joko Dwijatmoko menyampaikan bahwa secara nasional, tema HUT RI 77 tahun ini adalah Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat.

Tema itu kata Bupati, bukanlah seremonial belaka dan bukan juga hanya judul spanduk. Akan tetapi, merupakan sebuah keyakinan semangat spirit bahwa Indonesia mampu pulih dan bangkit dari keterpurukan selama dua tahun terakhir.

“Dampak buruk dari pandemi Covid-19, yang menghantam semua aspek hidup masyarakat tanpa kenal usia, latar belakang setiap individu. Dengan semangat juang, Kabupaten Bekasi Makin Berani (Berantas Pandemi),” tegas Dani dalam sambutannya.

Menanggapi tema HUT RI 77 dan Bekasi Berani, Kepala Desa Cikarageman Markun Hidayat mendukung sepenuhnya. Kata dia, tema itu sangat relevan diterapkan di wilayahnya.

“Akibat wabah Covid-19 sangat terasa, membuat semua sendi kehidupan terganggu. Saat ini, kami berupaya pulih lebih cepat untuk bangkit lebih kuat,” kata Markun didampingi Ketua TP PKK Rani Hidayat.

Sementara peserta Carnaval Desa Cikarageman, Zaenudin Ketua Rt 12/07 dan Sukirjo Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) RW 07 mendukung langkah yang diambil kades. Dua warga perumahan Griya Pratama Mas (GPM) itu, mengaku saat wabah Covid-19, lingkungannya sempat dilockdown karena zona merah.

“Sebagai warga, kami siap mendukung program pemerintah untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat,” kata Sukirjo yang diamini rekannya, Zaenudin. (Soeft)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *