Polisi Ungkap Mayat Pria di Kali Cidepit Korban Pembunuhan, Seorang Pengamen Ditangkap

BOGORONLINE.com – Kurang dari 24 jam, Satreskrim Polresta Bogor berhasil menangkap RA, pelaku pembunuhan Tata Sumitra, yang jasadnya ditemukan di kali Cidepit tepatnya Gang Makam, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, pada Sabtu (29/6/2024) lalu.

Kasus ini terungkap setelah polisi mendapati adanya kejanggalan dengan ditemukannya beberapa luka lebam pada mayat pria tersebut.

Atas dasar itu, polisi langsung melakukan penyelidikan dan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) bersama Inafis.

“Dari hasil penyelidikan kami mengetahui korban ini berinisial TS yang alamatnya tidak jauh dari tempat penemuan jenazah tersebut,” kata Kepala Satreskrim Polresta Bogor Kota Kompol Luthfi Olot Gigantara, Senin (1/7/2024).

Dari hasil penelusuran ke pihak keluarga korban, sambungnya, diperoleh informasi dan membenarkan bahwa mayat yang ditemukan di aliran air kali Cidepit merupakan korban tindak pidana pembunuhan.

Luthfi lanjut menjelaskan, dari hasil otopsi sementara terhadap jenazah ditemukan ada beberapa luka lebam di bagian wajah dan dada.

Kemudian, tulang iga di bagian dada patah hingga merobek organ jantung sehingga menyebabkan korban meninggal dunia.

Disamping itu, hasil otopsi menyebutkan adanya pasir di dalam saluran pencernaan yang menunjukkan bahwa korban tenggelam di kali tersebut.

Selanjutnya, kata Luthfi, dari hasil penyelidikan teridentifikasi pelakunya berinisial RA.Pelaku yang berprofesi pengamen itu langsung diamankan petugas di malam hari. Jasad korban sendiri ditemukan pada Sabtu (29/6/2024) sore.

“RA ditangkap di tanggal 29 Juni juga sekitar pukul 10 malam di daerah Cilendek, Kota Bogor,” ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan polisi, RA mengakui telah melakukan penganiayaan dengan memukul wajah dan menendang perut korban hingga jatuh tersungkur.

Setelah itu, pelaku menyeret korban dengan menarik kerah bajunya ke arah jembatan sekitar 30 meter dari lokasi awal.

Tak hanya itu, di jembatan pelaku kembali memukul wajah dan menendang korban hingga terjatuh ke kali Cidepit.

“Karena korban sudah lemas dan mungkin sudah tidak bisa beraktivitas di air akhirnya korban tenggelam,” katanya.

Kepada penyidik, RA juga mengaku aksinya itu dilakukan pada tiga hari sebelum penemuan korban atau Rabu, 26 Juni sekira pukul 03.00 WIB. Setelahnya, pelaku pulang ke rumah.

Adapun motif pelaku nekat membunuh korban karena sakit hati dan dalam kondisi pengaruh alkohol.

“Sejauh pengakuan tersangka sakit hati, karena tersangka ini kebetulan bertemu dengan korban di warung makan, kemudian ditanya ‘malam hari ini mau makan apa?’ Namun karena tersangka terpengaruh minuman beralkohol sehingga terpancing emosi,” kata Luthfi.

Ia menambahkan, antara pelajar dan korban tidak saling kenal, meskipun mereka warga di sekitar lokasi kejadian.

“Sedangkan korban berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban memiliki riwayat penyakit Alzheimer,” tandasnya.

Kini atas perbuatannya, RA dijerat Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun.

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *