Welll Korban Longsor PT. Indopenta Sakti Teguh, Mendadak Cair Clear Bersama Kasi Pemdes

BogorOnline.com – GUNUNG PUTRI

Korban longsor TPT (Tembok Penahan Tanah) milik PT. Indopenta Sakti Teguh diduga membangun asal dan belum berizin. Mendadak cair masalah clear bersama Kasie Pemdes. Walapun menimpa rumah dan satu sepeda motor ringsek di Kampung Cikuda Poncol,  RT01/05, Selasa (7/07/25).

Hal itu seperti pejelasan Korba Acep saat dikonfirmasi mengatkan, pihak perusahan sudah bertemu denganya didampingi oleh Kasi Pem.

“Sudah clear bentar ya lagi sama bos Jenih,” singkatnya saat dihubungi bogorOnline.com kemarin melalui WhatsApp (WA) pribadinya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bogor Asep Hermawan mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan terkait pengurusan izin SIMBG (Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung). PT. Indopenta Sakti Teguh yang berlokasi di Jalan Raya Mercedes Benz, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor belum ada.

“Database juga tidak ada dari 2009 sampai 2017,” singkatnya saat dihubungi bogorOnline.com kemarin melalui WhatsApp (WA) pribadinya.

Diduga PT. Indopenta Sakti Teguh, bangun TPT (Tembok Penahan Tanah) asal-asalan, mengakibatkan longsor yang menimpa rumah warga dan satu sepeda motor ringsek di Kampung Cikuda Poncol,  RT01/05, Selasa (7/07/25).

Korban Acep Sumardi mengatakan, awal mula terjadinya TPT Indopenta Sakti Teguh runtuh saat anaknya sedang duduk depan rumah kemudian masuk kedalam, sekitar jam sepuluh malam kemarin. Secara tiba-tiba tembok penahan tanah PT tersebut roboh saat kondisi sedang hujan rintik-rintik. Sacara spontan si anak langsung menyelamtakan diri dan melaporkan kejadian itu kepada dirinya.

Setelah itu masih ia mengatakan, dirinya juga melaporkan kejadian tersebut ke pihak desa dan kecamatan untuk meminta bantuan. Bisa dilihat saat ini lanjutnya mengatakan, pemasangan turap oleh PT itu kemiringanya terlalu tegak 80 derajat yang seharunya kisaran 40. Ditambah tidak menggunakan besi, hingga terjadilah peristiwa saat ini yang menimpa rumahnya dan satu unit sepeda motor hancur.

“Maka kami meminta kepada pabrik untuk segera melakukan perbaikan sehingga warga merasa nyaman dan aman,” keluhnya saat ditemui bogorOnline.com di lokasi hari ini.

Sambung Camat Gunung Putri saat ini adalah Kurnia Indra menambahkan, melihat TPT pabrik tersebut memang rawan harus ada tim teknis yang betul-betul paham tidak bisa sembarangan. Sehingga saat ini harus dilakukan evakuasi dulu warga berada dekat lokasi kejadian. Sedangkan masih ia menjelaskan, untuk perusahaan sudah dihubungi guna melihat komitmen dan dari Pemerintah juga nanti ada asesmen, berupa, proses sistematis untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi informasi. Guna mengabil langkah apa saja yang harus dilakukan.

“Kami sudah melaporkan kajadian ini ke
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bogor dan Pimpinan,” tegasnya.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *