Suara Buruh Tani Mu: Susah Pupuk, Birokrasi Kompleks Kabupaten Bogor

bogorOnline.com-KLAPANUNGAL
Suara buruh tani di Kampung Pangkalan, Desa Bojong, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, eweh nu beunghar dan susah pupuk birokrasi kompleks.

Buruh tani setempat Jamai mengatakan, kendala yang dihadapi oleh petani diwilayah ini mulai dari pupuk subsidi susah didapat. Ditambah sistem kompleks guna mendapat pupuk tersebut yang tidak se indah orang lain kira. Belum lagi masih ia mengatakan, bila ada hama ulat dan wereng bisa menyebabkan gagal panen. Bila ingin masuk dalam kelompok tani ada standar lahan dua hektar diluar itu harus membeli pupuk non subsidi. Ia juga sudah lama menjadi buruh tani dengan upah mingguan seratus ribu perhari bila kerja baru dibayar.

“Kami memiliki harapan agar hidup lebih baik untuk anak sekolah dan bisa mempunyai ilmu dibidang pertanian tanpa harus bayar sekolah lagi,” harapnya saat ditemui bogorOnline.com di lokasi Senin (8/12/15).

Sambung Dadan yang juga bekerja sebagai buruh tani Jagung menambahkan, bila dilihat dari segi pendapatan memang belum cukup dan mana ada petani yang kaya raya disini. Mingkin tahum depan Pemerintah bisa membarikan perubahan kepada petani yang saat ini hasil dari jagung dijual perkilo kisaran seribu rupiah dipasarkan ke wilayah Subang, untuk digunakan sebagai pakan ternak. Sedangkan masih ia menjelaskan untuk konsumen tidak susah karena sudah ada pembelinya. Dimana waktu menamam sudah dicari dahulu pembeli, bukan sudah ada hasil baru mencari yang mau.

“Jadi ketika panen langsung diangkut,” tambahnya.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *