Dedie–Jenal Serap Aspirasi Warga Lewat Diskusi Terbuka Bersama Bogor Leumpunk Club’s

BOGORONLINE.com – Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin dan Sekretaris Daerah Kota Bogor Denny Mulyadi menggelar diskusi terbuka bersama komunitas Bogor Leumpunk Club’s di Paseban Sri Baduga, Balai Kota Bogor, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini menjadi ruang dialog langsung antara pemerintah daerah dan masyarakat untuk menyerap aspirasi serta merumuskan solusi atas persoalan strategis di Kota Bogor.

Diskusi tersebut diikuti seluruh perangkat daerah serta aparatur wilayah dari enam kecamatan. Beragam pertanyaan, masukan, hingga rekomendasi kebijakan disampaikan, mulai dari persoalan infrastruktur jalan, parkir liar, pengelolaan sampah, hingga transportasi publik.

Dedie Rachim menyampaikan apresiasinya atas partisipasi aktif masyarakat dalam menyuarakan kebutuhan dan harapan mereka. Menurutnya, keterlibatan warga menjadi elemen penting dalam menyempurnakan arah kebijakan pembangunan daerah.

“Apa yang disampaikan teman-teman ini sejalan dengan pemikiran saya dan Pak Wakil. Tingkat harapan masyarakat memang sangat tinggi. Namun, ada beberapa hal yang perlu dikomunikasikan ke publik, terutama terkait kewenangan, seperti persoalan jalan provinsi dan jalan nasional,” ujar Dedie.

Menanggapi keluhan terkait jalan berlubang, Dedie menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah berupaya maksimal. Untuk ruas jalan yang menjadi kewenangan pusat, Pemkot telah melayangkan tiga surat permohonan perbaikan, dan sejak Jumat lalu proses penanganan telah berjalan.

Sementara itu, untuk jalan di bawah kewenangan Pemkot Bogor, dari 32 titik jalan berlubang yang dilaporkan, sebanyak 30 ruas telah diperbaiki atau setara dengan 90 persen penyelesaian.

Masukan lainnya menyangkut parkir liar. Dedie menyebut Pemkot tengah menyiapkan sistem pengelolaan parkir berbasis zona guna menertibkan parkir sekaligus meningkatkan potensi pendapatan daerah untuk mendukung program pembangunan.

Pada sektor persampahan, Dedie mengungkapkan bahwa proyek Waste to Energy (WtE) melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) kini telah memasuki tahap lelang di tingkat kementerian dan segera memasuki penetapan pemenang. Selain itu, Kota Bogor juga terus memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui 170 unit bank sampah dan 30 TPS3R yang telah beroperasi.

Terkait usulan penambahan halte Biskita, Dedie menyampaikan bahwa masukan tersebut sudah disampaikan kepada perangkat daerah sejak 2023 dan meminta Dinas Perhubungan segera menindaklanjutinya.

Ia menegaskan bahwa satu tahun pertama masa kepemimpinannya merupakan fase adaptasi yang cukup menantang, karena berbagai kebijakan pusat juga harus dijalankan secara paralel di daerah.

“Teman-teman ini sudah memberikan kontribusi yang sangat baik. Semua aspirasi harus ditampung, dibahas bersama, dan ditindaklanjuti. Jangan menutup diri,” tegas Dedie.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mengatakan bahwa tahun pertama pemerintahan Dedie–Jenal diwarnai berbagai dinamika, terutama karena harus menjalankan kebijakan anggaran yang telah disusun dan disahkan oleh pemerintahan sebelumnya.

“Program-program yang kami rancang baru dapat dijalankan secara optimal pada 2026. Di antaranya beasiswa untuk warga prasejahtera, peningkatan anggaran bedah rumah agar hasilnya lebih layak dan kokoh, program Sekolah Rakyat, serta berbagai kebijakan sosial lainnya,” jelas Jenal.

Jenal menegaskan komitmennya untuk mengabdi dan meminta seluruh jajaran Pemkot Bogor agar memberikan respons cepat terhadap setiap aspirasi masyarakat.

“Tunjukkan respons yang cepat dan sampaikan informasi yang akurat kepada warga,” tandasnya.

Diskusi terbuka ini diharapkan menjadi model komunikasi partisipatif antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam mendorong pembangunan Kota Bogor yang inklusif dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *