Bandung, Bogoronline.com – Anggota DPRD Jawa Barat Doni Maradona Hutabarat mengkritik program Penerangan Jalan Umum (PJU) Provinsi Jawa Barat tahun anggaran (TA) 2025.
Menurutnya, pola bangunannya saja menelan anggaran 20 juta rupiah sendiri. Dirinya menganggap bahwa seharusnya bagian ornamen bangunan PJU tersebut bisa dialihkan ke program bantuan lain yang lebih prioritas.
“Jadi total anggarannya itu 168 miliar rupiah untuk se-Jawa Barat, per-satu titik bangunan PJU 45 juta rupiah dan untuk ornamen hiasannya saja itu 20 juta,” ujar Doni kepada awak media, Selasa (21/04/2026).
“Bayangkan, kalau saja anggaran 20 juta yang hanya untuk ornamen hiasan tersebut misalnya dialihkan menjadi anggaran bantuan rumah tidak layak huni se-Jawa Barat, sudah berapa rumah bisa dibantu,” sambung Doni.
Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini juga menyayangkan soal sumber tenaga PJU tersebut yang berbasis listrik dan bukan dari panel surya.
“Katanya Pemprov mengkampanyekan energi baru terbarukan, pada faktanya ini berbanding terbalik dengan kampanye mereka sendiri,” tukas Doni.
“Saya sudah teriak soal ini di rapat-rapat, katanya pemerintah targetnya energi baru terbarukan, selain itu jika menggunakan listrik akan menggangu estetika karena ada kabel-kabel lagi yang tersambung di sekitaran masyarakat,” pungkas Doni.





