Cibinong – Sejumlah kepala desa (Kades) berencana berlibur sekaligus dikabarkan menggelar peningkatan kapasitas di wisata bertaraf Internasional, Bali.
Ketua Asosiasi Kepala Desa Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bogor, Abdul Aziz membenarkan kabar tersebut, bahkan ada yang pilih destinasi wisata Lombok.
“Saya menawarkan disitu ada tawaran Sekdes dan BPD ke Bandung, kepala desa ke Bali, selaku saya DPC (Apdesi) kita tawarkan terhadap temen-temen, kenapa tidak diakomodir, karena sudah ada beberapa kecamatan yang berangkat, kaya Jonggol mereka ke Lombok, Dramaga ke bali kenapa tidak Apdesi yang akomodir untuk latihan ini ketimbang masing-masing,” kata dia, Sabtu 24 Agustus 2024.
Ia menyampaikan, destinasi wisata Bali merupakan tawaran dari pihak ketiga kepada para Desa di Kabupaten Bogor
“Sebenarnya Bali itu tawaran mereka dari pihak ketiga dan belum diputuskan hanya kita menindak lanjuti surat yang masuk ke DPC apdesi. jadi menindaklanjuti surat masuk yang kami dapatkan,” jelas dia.
“Kalau untuk Sekdes dan BPD itu September, tanggal 10-13 di Bandung,” lanjutnya.
Ia tak menampik bahwa anggaran untuk biaya ke Bali dan Bandung itu cukup lumayan untuk tiga hari kegiatan. Kabarnya anggaran yang diperlukan sampai belasan juta rupiah.
“(Bayar Rp15 Juta?) Ini kita bicara anggap saja kalau jadi Bali. ongkos pesawat pulang pergi, kita selama tiga hari kalau terhitung lumayan juga,” jelas dia.
“Di Bandung pun sama anggaranya nyewa hotel, dan lain lainnya, atribut baju memang kalo bicara anggaran besar setelah diuraikan bisa dibaca juga,” lanjut dia.
Mirisnya, anggaran yang akan digunakan untuk ke destinasi wisata itu merupakan anggaran dari Bagian Hasil Pajak Daerah & Retribusi Daerah (BHPRD) atau pembagian hasil pajak masyarakat desa.
“Pakai BHPRD, tidak pake dana desa, dana samisade tidak boleh, karna disitu kan kalau bicara bumi dan pajakan yang ngatur Kepala Desa. ada itu untuk pelatihan-pelatihan,” tutup dia.





