Ngopi-ngopi Moeldoko Berujung ‘Kudeta’ Partai Demokrat

Headline952 views

 

“Aku ngopi-ngopi kenapa ada yang gerogi,”

Tulisan tersebut diunggah Moeldoko di akun facebooknya, Kamis (4/2/2021), dengan foto dirinya memegang secangkir kopi. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Staf Kepresidan (KSP) untuk merespon tudingan rencana kudeta yang dialamatkan pada dirinya, pada akhir Januari 2021.

Saat itu, Moeldoko tidak mengakui isu tersebut. Moeldoko lalu berbicara soal kebiasaan lelaki ketika ngopi. Obrolan lelaki saat ngopi bisa ke mana-mana saja.

“Saat sekumpulan laki laki menikmati kopi, pembicaraan bisa melebar dari soal joke ringan, pekerjaan, sosial, seni, olahraga, bahkan politik,” tulisnya.

Menurut Moeldoko, semua harus kembali seperti biasa seusai ngopi-ngopi. Tak boleh ada sakit hati.

“Setelah habis secangkir, kita bisa kembali ke pekerjaan masing-masing dimana semua sepakat ‘no heart feeling’,” lanjut Moeldoko.

Moeldoko menyebut kopi baik bagi kebutuhan wawasan insan. Dia heran kenapa ngopi saja harus lapor atau minta izin.

“Ngopi membuka wawasan kita. Kenapa untuk ngopi saja, harus pakai lapor atau minta ijin,” tulis Moeldoko selanjutnya.

Ungahan ‘ngopi-ngopi’ yang dilakukan Moeldoko tak hanya sekali. Dua hari kemudian, Sabtu (6/2/2021), ia mengunggah foto sedang memegang cangkir dengan keterangan sedang ngopi. Dalam foto, ia terlihat mengenakan baju putih dan jaket biru.

“Aku nambah kopi, ada yang semakin grogi,” demikian tulisan yang menyertai di foto tersebut. Dalam caption-nya, Moeldoko mengatakan tidak pantas jika seseorang langsung pergi setelah menghabiskan secangkir kopi. Terlebih, saat ada rekan yang bergabung untuk ngopi.
“Habis secangkir kopi, tak elok jika langsung pergi. Apalagi jika ada kawan yang baru bergabung, baiknya tambah secangkir lagi,” ujarnya.

Moeldoko kemudian bicara soal orang yang melarang minum kopi. Ia menilai orang itu membutuhkan kopi.

“Kalau kamu dengar ada yang melarang, agaknya kamu benar-benar butuh kopi. Konon kata ahli ‘Kopi bisa mencegah gangguan pendengaran’,” ucapnya.

Kini, ngopi-ngopi itu pun berujung menjadi Ketum Partai Demokrat lewat agenda yang diklaim sebagai kongres luar biasa (KLB). Moeldoko pun menerimanya.

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), semua bantahan yang disampaikan Moeldoko terbantahkan. “Kami dan juga rekan-rekan wartawan juga sudah mendengar sendiri, ” kata dia (eg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *