BOGORONLINE.com – Tuti Irawati (52) Warga Tajur Gg Adi Sahid Rt 02 Rw 03, Kecamatan Bogor Timur harus bertahan melawan sakit yang dideritanya. Pasien rujukan dari Rumah Sakit Juliana ini harus rela terjebak macet saat pihak kepolisian memberlakukan Sistem Satu Arah (One Way) dari Puncak menuju Jakarta sekira pukul 13.20 Wib.
Saat terjebak macet dijalur Alternatif, beberapa joki pun menawarkan untuk mengambil jalur lebih aman akan tetapi keluarga ibu Tuti menolaknya.
Setibanya di simpang Gadog kendaran jenis mini bus yang membawa pasien mendekat petugas Core Orari dan Basarnas dan meminta tolong bahwa kendaraan tersebut sedang membawa pasien rujukan menuju Rumah sakit Paru Cisarua. Akhirnya petugas Gerak Cepat (Gercep) melakukan pertolongan mengawal dengan menggunakan kendaraan Basarnas dan Patwal Polres Bogor.
Dendi anak pasien menyebut ibunya memang mempunyai riwayat sakit paru sudah hampir dua tahun lamanya, sebelum ke Rumah Sakit Paru, ibunya merupakan pasien dari Rumah Sakit Juliana karena tak kunjung membaik akhirnya memutuskan di rujuk rumah sakit Paru Cisarua.
“Sakitnya tak kunjung membaik, akhirnya kami putuskan untuk dapat dirujuk ke RS Paru Cisarua,” ungkap Dendi, Senin (9/5/2022).
Dendi melanjutkan, dirinya tidak mengatahui adanya One Way yang masih diberlakukan ini. Tadi pun saya sempat ditawarkan sama joki untuk ambil jalur alternatif lagi dengan membayar sejumlah uang, saya menolaknya dan memilih meminta tolong sama petugas.
“Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada anggota Satlantas Polres Bogor, Basarnas dan Core Orari yang sudah membantu Evakuasi dan Pengawalan ibu saya hingga sampai di RS Paru Cisarua,” Dendi menutup. (Sep)





