Cibinong – bogoronline.com – Setelah sebelumnya dilakukan oleh SMPN 1 Cibinong, kini dugaan pungli dalam roses penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2016/2017 juga dilakukan oleh SMAN 4 Cibinong. Bahkan, ketua PPDB terang-terangan memungut kepada orang tua siswa sebesar Rp.1,5 juta sampai dengan Rp 3 juta per siswa dengan dalih untuk perbaikan infrastruktur
Ketua Panitia PPDB SMAN 4 Cibinong Christine Tarima ketika dikonfirmasi Harian Pelita tidak mengelak dengan adanya pungutan yang dilakukan oleh pihaknya. Karena menurutnya, hal tersebut dilakukan guna memajukan sekolah.
“Kami memang melakukan pungutan atau sumbangan kepada wali murid yang melalui jalur belakang atau siswa yang tidak masuk dalam PPDB online. Tapi, peruntukannya kan jelas bukan untuk pribadi,” kata Christine, Kamis (28/07).
Christine mengungkapkan, tahun ajaran 2016/2017 di SMAN 4 Cibinong sebanyak 400 siswa dari 10 kelas telah masuk dalam penerimaan PPDB. Ia mengakui, dari jumlah siswa baru yang masuk, sekitar 50 siswanya masuk melalui jalur belakang atau membeli kursi.
“Dari dana sumbangan yang terkumpul, semuanya dibelanjakan untuk perbaikan lapangan upacara dengan cara di aspal dan perbaikan taman, kalau menunggu anggaran dari dinas kapan lagi waktunya. Ada juga mereka (wali murid-red) yang menyumbang AC (Air Conditioner) kami terima, ada juga berupa uang,” tuturnya.
Ketika ditanya aturan dari mana yang diterapkan oleh pihanya tersebut, dirinya tidak dapat menyebutkan karena menurutnya hal tersebut dilakukan semata-mata untuk perbaikan.
Menanggapi hal tersebut, aktivis dari Forum Mahasiswa Bogor (FMB) Rahmatullah menyayangkan tindakan yang dilakukan oleh SMAN 4 Cibinong, menurutnya, bahwa sekolah merupakan tempat pendidikan bukan sebagai tempat ajang bisnis. Ia menduga, dalam pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah kemungkinan dapat diselewengkan.
“Kalau pungutan tidak didasari dengan aturan, pertanggungjawabannya seperti apa. Sekolah makin berubah fungsi. Secara tidak langsung sekolah telah mengajarkan anak didiknya sebagai generasi penerus bangsa yang koruptif,” ucapnya. (di)





