Kota Bogor – bogorOnline.com
Komisi IV DPRD Kota Bogor meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor mengkaji betul kebutuhan anggaran untuk pembangunan dua Ruang Kelas Baru (RKB) SDN Layungsari 2.
Diketahui, gedung sekolah dengan tiga ruang kelas yang berlokasi di Jalan Layungsari, Empang, Bogor Selatan itu terkena dampak proyek jalur ganda kereta Bogor-Sukabumi. Untuk membangun dua RKB, Disdik membutuhkan dana sekitar Rp400 juta dan masuk dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2020.
Komisi IV menilai minim dengan alokasi sebesar itu. Sebab, SDN Layungsari 2 tak hanya membutuhkan RKB melainkan juga tembok penahan tanah atau turap di sisi lahan seluas 150 meterpersegi, yang rencananya akan dibangun ruang kelas itu.
“Kan dipinggir lahan yang akan dibangun RKB itu tebingan. Kalau tidak dibuat turap bahaya, apalagi di daerah itu rawan longsor. Dana Rp400 juta jelas nggak cukup,” kata Anggota Komisi IV, Endah Purwanti kepada sejumlah awak media, Kamis 24 Oktober 2019.
Untuk ini, kata Endah, Komisi IV akan mendorong Disdik agar anggaran pembangunan RKB ditambah, termasuk untuk pembangunan turap dan toilet baru. “Kami akan meminta Disdik untuk mengusulkan anggaran tambahan,” ungkap dia.
Hal senada juga diungkapkan Anggota Komisi IV lainnya, Saeful Bakhri. Menurutnya, pasca Disdik angkat bicara terkait jumlah dana untuk pembangunan RKB, pihaknya langsung berkonsultasi dengan ahli terkait pembangunan tersebut. Dari pemaparannya, kata Saeful, anggaran sebesar itu tidaklah cukup untuk membangun dua RKB.
“Berdasarkan hasil konsultasi kami, anggaran tersebut tidak cukup. Hitungan pemborong sekarang adalah Rp3 juta permeterpersegi. Jadi apabila ditotal kebutuhan membangun dua RKB adalah sekitar Rp450 juta lebih,” ungkapnya.
Masih kata Saeful dari ahli, begitu juga dengan biaya pembuatan turap yang berkisar di angka Rp1,4 juta permeternya. “Ya, tinggal dihitung saja berapa meter untuk pembangunan turapnya. Belum ditambah biaya konsultan perencanaan Rp2,3 juta permeter dan pengawas Rp3 juta permeter. Karena itu, sebelum mengusulkan anggaran Disdik lebih dulu melakukan kajian atau konsultasi dengan ahli,” kata politisi PPP ini.
Lanjut Saeful, pembangunan turap sangat dibutuhkan lantaran lokasi SDN Layungsari 2 sangat dekat dengan double track. Sebab, berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Komisi IV, kereta api jurusan Bogor-Sukabumi-Bandung-Jogjakarta akan melintas sebanyak 12 kali dalam sehari.
“Jadi kalau tidak dibuat turap di sisi lahan yang akan dibangun RKB, akan berbahaya.
buy xenical online cialisnextdaydeliveryusa.com/dir/xenical.html no prescription
Sebab ada getaran dari kereta api yang lewat. Apalagi kawasan Bogor Selatan masuk daerah rawan longsor,” kata Saeful sambil mengingatkan. (HRS)







