BOGORONLINE.com-BOGOR CIBINONG
Terkait kebisuan Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Pemkab Bogor Rustandi, terhadap persoalan 5 bantuan bagi penanganan, Coronavirus Disease atau COVID-19. Untuk warga Bumi Tegar Beriman yang diduga rawan KKN (Korupsi, Kolusi, Nepotisme).
Membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor geram. Hal tersebut seperti penjelasan Anggota Komisi 3 DPRD Achmad Fathoni mengatakan, Kepada Dinsos melalui Kadisnya terkait anggaran bansos tersebut, agar transparan dan detail. Dalam memberikan keterangan dengan jujur, mulai dari jumlahnya yang akan diberikan kepada masyarakat tersebut. Bila memang sudah ada jumlah pastinya, untuk segara diinformasikan minimal ketingkat desa.
“Jangan malah diam seperti sekarang ini,” tegasnya saat dihubungi bogorOnlime.com belum lama ini.
Fathoni menambahkan, setahun pihaknya untuk dana dari kabupaten nilai keseluruhan sebesar, seratus delapan puluh delapan miliar. Dengan begitu harus diumumkan tahapan dan nama-nama calon penerimanya. Guna sesegera mungkin dilakukan realisasi ke masyarakat yang memang sangat membutuhkan. Sebab masih ia menjelaskan, hampir setiap hari menerima keluhan dari masyarakat dan cenderung saling salah menyalahkan ditingkatkan bawah. Karena belum adanya kejelasan dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait.
“Yang harusnya bekerja cepat dalam mengatasi persoalan-persoalan ini,” tambahnya.
Sebelumnya, entah apa yang merasukimu Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Bogor Rustandi. Terkait belum jelasnya transparansi anggaran dari lima sumber dana bagi penanganan, Coronavirus Disease atau COVID-19. Untuk warga Bumi Tegar Beriman yang tidak mampu.
Pasalnya saat bogorOnline.com mencoba menanyakan persoalan diatas baik melalui sambungan telepon, SMS ( Short Message Service) dan WhatsApp Messenger (WA) Ke nomor Kadinsos Rustandi. Sama sekali tidak ada tanggapan belum lama ini. Padahal dilihat dari waktu aktif No Wa terlihat menunjukkan Rabu 10:45, sehingga terkesan bungkam alias membisu.(rul)





