BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Kasus Covid-19 di Kota Bogor masih tinggi. Dua hari terakhir awal 2021 muncul 144 kasus positif baru. Hingga Sabtu (2/1/2021), secara akumulasi data Covid-19 di Kota Bogor menembus 5.558 kasus positif dengan 1.030 orang berstatus positif aktif dan 131 orang meninggal dunia.
“Berdasarkan grafik, kasus terkonfirmasi Covid 19 di Kota Bogor masih menunjukkan peningkatan dan belum terlihat kendali dan penanganan pandemi Covid 19,” kata anggota komisi IV DPRD Kota Bogor Akhmad Saeful Bakhri, Ahad (3/1/2021).
Menurutnya, penanganan pandemi ini tentu bukan hanya tugas dan tanggung jawab Dinas Kesehatan (Dinkes) saja, tetapi juga kerja keras dan kerja sama seluruh perangkat daerah, dinas instansi dan lembaga, yang secara formal tergabung dalam Satgas Covid 19 Kota Bogor.
“Kita sangat mengapreasi berbagai upaya, terobosan dalam percepatan penanganan yang telah dilakukan. Salah satu terobosan Dinkes Kota Bogor yaitu dengan mendapatkan bantuan hibah satu unit mobil test PCR dari BPPT, yang apabila dinominalkan sangat menghemat anggaran APBD,” ujar ASB sapaan karibnya.
Anggota DPRD dari fraksi PPP itu mendukung langkah dinkes dan Satgas Covid-19 yang menunjukkan komitemen tinggi untuk penanggulangan Covid-19. Dengan tidak semata-mata mengandalkan APBD Kota Bogor yag sangat terbatas
“Padahal, Pemkot Bogor dalam hal ini Satgas Covid-19 melalui OPD memiliki anggaran BTT, yang kapan pun sesuai regulasi bisa digunakan. Ini satu bentuk kewaspadaan dan kehati-hatian pengelolaan anggaran yang bijak yang telah dilakukan,” tukasnya.
ASB menjelaskan, upaya Pemkot Bogor dalam penanganan Covid-19 melalui Dinkes sudah terlihat dengan adanya peningkatan kekuatan tenaga fungsional kesehatan, yang pada Rabu (30/12) lalu dilantik bersamaan dengan pengukuhan jabatan struktural di lingkungan Pemkot Bogor.
Hal itu disebutnya sangat membantu dan memberikan support tenaga baru untuk memperkuat armada kesehatan di Dinkes dan RSUD Kota Bogor dalam melakukan pelayanan kesehatan.
Dalam kesempatan ini, ASB menyinggung dua amanat Wali Kota Bogor Bima Arya dalam pelantikan dan pengukuhan beberapa waktu lalu tersebut, dimana wali kota akan melakukan akselerasi kinerja para pejabat serta melakukan evaluasi kinerja pejabat.
Dalam amanatnya, sambung dia, Bima Arya mengatakan bagi pejabat yang bukan ‘petarung’ akan ditinggalkan sekalipun belum dua tahun jabatan dan akan menggunakan diskresinya sebagai wali kota.
“Evaluasi terhadap kinerja pejabat itu wajib dilakukan, tetapi yang perlu diperhatikan adalah harus dilaksanakan secara profesional sebagai upaya pembinaan dan harus berlaku adil tidak diskriminatif. Serta yang tidak kalah penting adalah bukan dalam kerangka subyektifitas, apalagi kalau berbicara jabatan eselon II, perlu hati-hati. Jangan sampai diskresi bisa menjadi kesewenang-wenangan,” tandasnya.
Terpisah, Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kota Bogor Dedie A Rachim mengatakan, bantuan PCR mobile container dari pemerintah pusat melalui Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) baru akan tiba pekan ini di Kota Bogor. Rencananya juga, menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) yang akan meresmikan.
“PCR Container dari BPPT akan diresmikan tanggal 6 Januari 2021 di Balai Kota Bogor. Rencananya Menristek bakal hadir,” katanya kepada awak media.
Lebih lanjut dijelaskan Dedie, PCR mobile itu akan digunakan dan ditempatkan dalam area Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda), Jalan Kesehatan, Kecamatan Tanah Sareal.
Kedatangan bantuan PCR mobile itu pun disebut bakal sangat membantu penanganan Covid-19 di Kota Bogor. Sebab, per harinya bisa memeriksa tak kurang dari 100-144 spesimen tes uji corona.
“Kalau mesin PCR rata-rata satu putaran (bisa periksa) 36 spesimen. Lalu sehari itu bisa 3 sampai 4 putaran. Jadi per hari bisa ratusan spesimen,” kata Dedie. (Nai)





