by

Ancam Saksi, Sanan Terancam Dipolisikan

BOGORONLINE.com, CIKARANG – Saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPI) Kejari Cikarang, Danang dalam kasus pemalsuan surat oleh oknum kades Tamanrahayu AW dan rekan, terancam keselamatan jiwanya. Warga Kampung Serang, Desa Tamanrahayu Kecamatan Setu Kabupaten Bekasi, Juhara, diancam oleh sekelompok warga yang diduga kuat suruhan terdakwa AW.

Ancaman itu terkuak dalam sidang pemeriksaan saksi kasus yang menjerat AW dan rekannya pada Selasa (27/4) di Pengadilan Negeri (PN) Cikarang. Saksi mengatakan, dirinya kedatangan orang bernama Sanan bin Rimun alias Gebos dan rekan dalam kondisi marah.

Berlaga seperti preman kampung, seolah-seolah kebal hukum, Sanan yang Kaur Linmas Desa Tamanrahayu menekan saksi agar tidak memberi keterangan di persidangan. Sanan seakan yakin, kalau Juhara memberikan kesaksian, kades AW dan kelompoknya akan mendekam di penjara sesuai pasal yang didakwakan, KUHP 263 dengan ancaman hukuman diatas 5 tahun.

“Ya, saya didatangi gebos dan mengancam saya akan memenjarakan kalau saya jadi saksi. Karena kesaksian saya dianggap keterangan palsu oleh gebos,” kata Juhara didepan hakim.

Lelaki paruh baya yang sedikit terganggu pendengarannya itu, mengaku terancam keselamatan jiwa terutama keluarga, istri dan anak-anaknya.

“Saya sudah tua, tidak akan berbohong dan tidak akan mundur dari kesaksian ini. Walau dalam tekanan kelompok kades, saya akan tetap maju demi kebenaran. Ancaman ini, saya mengkhawatirkan keluarga, terutama istri dan anakanak saya,” lanjut Juhara

Mendengar keterangan saksi dalam persidangan, hakim yang memimpin sidang Chandra Ramadhani kangsung merespon. Kata dia, kalau ada ancaman terkait kesaksian, disarankan untuk lapor polisi.

“Kalau ada yang ancam, laporkan saja ke polisi. Negara kita negara hukum, kalau dilaporkan, yang ancam pasti berurusan dengan hukum,” kata hakim ketua.

Terpisah, Gunawan alias Kiwil selaku pelapor dalam kasus yang menjerat AW dan rekan, akan mempelajari masalahnya. Kalau memang ancaman dari Gebos itu benar, pihaknya akan berkonsultasi dengan JPU untuk memberi keamanan kepada saksi dan keluarga.
.
“Kalau memang benar ancaman itu, saya akan berkoordinasi dengan JPU terkait keselamatn saksi dan keluarganya. Saya dengar, saksi ditekan agar tidak memberikan kesaksian di pengadilan ” tandas Kiwil

(Soeft)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *