Kantah Kota Bogor Deklarasikan Kelurahan Lengkap dan Luncurkan Botrans

BOGORONLINE.com, Tanah Sareal – Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Bogor mendeklarasikan kelurahan lengkap sekaligus meluncurkan inovasi aplikasi layanan publik Bogor bertransformasi (Botrans) pada Rabu (5/5/2021). Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantah Kota Bogor.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor, Ery Juliani Pasoreh dalam sambutannya menyampaikan dengan telah terdaftarnya seluruh bidang tanah mencapai 309.949, maka dilanjutkan pemetaan kelurahan lengkap terhadap 68 kelurahan di 6 kecamatan.

Seluruh kelurahan tersebut telah memenuhi syarat potensi sebagaimana juklak PTSL tanggal 30 Maret 2020 Nomor 1/Juknis-100.HK.02.01/III/2020, yaitu jumlah bidang tanah terdaftar lebih dari 80 persen, validasi buku tanah, su dan persil di atas 80 persen, jumlah KW4, 5, 6 sama dengan 0, dan kerapihan peta secara online. Kemudian, seluruh areal dalam satu wilayah administrasi harus tertutup semua baik persil, fasos fasum dan unsur geografis serta selisih luas wilayah dan persil kurang dari sama dengan 0,05 persen.

Namun, lanjut Ery, untuk memenuhi syarat deklarasi membutuhkan persetujuan Dirjen SPPR dan PHPT, sebagaimana syarat deklarasi yaitu jumlah bidang tanah yang telah dipetakan berdasarkan penetapan batas dan pengukuran (NIB) tervalidasi >95 persen. Lalu jumlah Buku Tanah yang tervalidasi >98 persen. Kemudian tidak ada GAP dan Overlap antar bidang. Selanjutnya luas wilayah desa terisi penuh bidang tanah dan fitur geografis. Begitupun fitur geografis (fasum, fasos, sungai, kawasan, danau, embung rawa, situ dan lainnya) dipetakan secara lengkap dan diberikan NIS.

“Bidang tanah hasil deliniasi (NIS) yang diperbolehkan untuk desa atau kelurahan lengkap adalah maksimum 10 persen dari total NIB dan NIS non fitur geografis, kantor Pertanahan Kota Bogor sudah memenuhi syarat tersebut sebanyak 34 kelurahan sehingga bisa dideklarasikan pada hari ini,” terangnya.

Selain mendeklarasikan kelurahan lengkap, pihaknya juga melauncing inovasi aplikasi layanan pertanahan secara digital melalui Bogor Bertransformasi (Botrans) menuju
Digitalisasi Office (DILO). Ia menjelaskan, Botrans merupakan suatu inovasi aplikasi yang menjadikankan semua layanan pertanahan dilaksanakan secara digital.

Adapun inovasi aplikasi digital yang diterapkan pada layanan pertanahan yakni Sistem Informasi Produk Selesai (SISERLA).
buy diflucan online https://www.eastpeoriadental.com/wp-content/themes/generatepress/inc/structure/php/diflucan.html no prescription

Lewat aplikasi ini, kantor Pertanahan Kota Bogor secara otomatis akan memberikan informasi kepada pemohon melalui aplikasi Siserla bahwa produk telah selesai sehingga pemohon dapat segera mengambil ke Kantor Pertanahan.

Lalu ada aplikasi Bank Data atau Data Center yaitu aplikasi yang digunakan untuk menyimpan semua data dan memonitoring proses layanan secara cepat dan tepat serta merupakan alat pelaporan yang up to date. Kemudian ada aplikasi Sistem Pengaduan Pertanahan (SIMPANAH) yaitu aplikasi pengaduan untuk memudahkan masyarakat dalam melaporkan segala persoalan pertanahan.

“Dalam membangun Kantor Pertanahan yang berstandar dunia Kantor Pertanahan Kota Bogor telah berupaya membenahi diri dengan membangun dan menyiapkan sarana prasarana yang memadai, data yang valid serta menyelenggarakan pelayanan publik sebagaimana peraturan Kemenpan RB 17/2017 dengan standar pelayanan berbasis elektronik, yang telah diverifikasi lapang dalam rangka pembangunan Zona integritas tanggal 19 Maret 2021,” kata Ery.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemetaan, pendataan dan pengadminitrasian tanah bukan hal yang mudah. Ada persoalan sosial, hukum, administratif dan lainnya. Namun kantor pertanahan Kota Bogor telah berhasil mewujudkan bidang tanah terpetakan keluruhan lengkap.

“Jadi kalau hari ini sudah deklarasi ada 34 kelurahan, berarti bu Ery luar biasa, terimakasih saya apresiasi kepadanya dan camat serta lurah juga terimakasih atas koordinasinya,” ungkap Bima Arya.

Ia melanjutkan selain memiliki kepastian hukum, pihaknya melihat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) memiliki banyak dampak positif. Seperti Pemkot Bogor dibantu untuk meminimalisir konplik sosial di warga dan perencanaan pembangunan di wilayah Kota Bogor.

“Tapi sekarang yang sangat relevan adalah dalam konteks ekonomi recovery dan ekonomi rebond. Ini memperbaiki akses dari warga kepada sumber-sumber ekonomi. PTSL jelas, alas hak jelas, tersertifikasi dan kemudian bisa digunakan untuk agunan atau tanah dimanfaatkan untuk yang lain,” papar Bima Arya.

Bima Arya kembali mengapresiasi kantor pertanahan Kota Bogor dibawah kepemimpinan Ery Juliani Pasoreh yang sudah selaras dengan fokus Pemkot Bogor kepada smart city. Ia pun berharap tujuan dari hal tersebut bisa terwujud dan sistem yang dibangun tetap berjalan kedepannya.

Pada kesempatan ini hadir Inspektur Jenderal, Direktur Jenderal Survey dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang, Direktur Jenderal Penetapan Hak dan Pendafataran Tanah yang diwakili oleh Direktur Pendaftaran, Ketua DPRD Kota Bogor, Aspemkesra dan sejumlah camat serta lurah di Kota Bogor. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *