Kurang dari Tiga Bulan, Waterway PT Tamaris Tewaskan Dua Orang Warga Pamijahan, KNPI Desak Cabut Perizinannya

 

Pamijahan – Waterway PT Tamaris yang berlokasi di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor kembali menelan korban.

Korban pertama yakni bocah kelas 2 SD bernama Muhamad yang hanyut pada 9 Maret 2024, kemudian korban kedua orang dewasa yang ditemukan tewas pada Jumat 17 Mei 2024 malam hari.

Kejadian tewasnya dua warga Cibunian itu membuat sejumlah elemen masyarakat geram lantaran PT Tamaris tidak kunjung memperbaiki Waterway yang dinilai kurang aman itu.

Kegeraman juga dirasakan oleh para pemuda yang bernaung pada Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pamijahan.

DPK KNPI Pamijahan mendesak agar pemerintah Kecamatan hingga Kabupaten segera mencabut izin PT Tamaris karena sangat membahayakan warga.

“Kita sudah ingatkan saat kejadian pertama agar membuat Waterway yang aman untuk warga, yang ada penjagaan yang layak. Itu sudah berlebih, mementingkan usaha daripada nyawa manusia,” kata Ketua Harian KNPI Pamijahan, Diky Nurhidayat, Sabtu 18 Mei 2024.

“Kita mendesak agar segera ditutup dan kami meminta kepada pemerintah yang berwenang untuk izin perusahaan itu harus dicabut; Karena telah menelan korban jiwa lagi,”lanjutnya.

DPK KNPI Pamijahan mengaku akan memproses secara hukum jika PT Tamaris enggan memberikan perbaikan Waterway tersebut.

“Kita akan kawal ini sampai tuntas. Sebagai perwakilan pemuda, kita harus lawan perusahaan yang membahayakan nyawa manusia,” tutupmya.

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *