BOGORONLINE.com, CARIU – Kucuran Dana Desa (DD) untuk pembangunan jalan lingkungan berupa Rabat Beton di Gang Ipong, Kampung Tonjong Rt 04/02 Desa Cikutamahi Kecamatan Cariu, Kabupaten Bogor, disoal. Jalan sepanjang 400 meter, diduga dibangun diatas lahan milik pengairan dan perhutani. Jalan yang hanya menuju kebun itu, dianggap tidak bermanfaat oleh sebagian besar warga Cikutamahi.
Pasalnya, jalan hanya akan dilalui oleh petani yang berangkat atau pulang berkebun. Atas pembangunan itu memberi kesan bahwa pembangunan jalan dipaksakan oleh pemerintah desa. Karena, masih banyak jalan lingkungan yang menghubungkan antar kampung butuh perbaikan.
Jalan yang menghabiskan dana Rp 67.880.000,- bersumber dari DD tahun 2020 dianggap pemborosan dan tidak tepat sasaran. Sehingga, pembangunan jalan, lebar 1 meter dan tebal 10 Cm patut diduga, pemerintah desa dan tim pelaksana kegiatan (TPK) mempunyai kepentingan pribadi atau kelompok.
“Saya sudah menyampaikan masukan kepada tpk agar pembangunan dialihkan saja ke kampung sampora. Disana, jalan sangat dibutuhkan warga. Namun, masukan saya tidak didengar dan hanya dianggap angin lalu,” kata salah satu warga Cikutamahi, Ahong di Tonjong, Senin (8/6) sore.
Lanjut Ahong, sebagai warga Cikutamahi, dirinya sangat memahami keinginan warga sekitar. Sehingga berupaya melakukan protes kepada TPK agar jalan dipindahkan ke tempat lain yang lebih membutuhkan.
“Saat ini, sebagian warga mulai tidak simpatik lagi kepada pemerintah desa karena kesewenangannya. Saya yakin, kalau masukan warga tidak pernah didengar pemerintah desa, bisa saja terjadi demo kepada pemerintah desa,” lanjutnya.
Ditambahkan pula, lahan yang digunakan pembangunan jalan, diduga sebagian lahan milik Pengairan dan Perhutani. Sehingga, dengan tindakan itu, pemerintah desa dapat digugat pemilik lahan. “Saya yakin, pemerintah desa punya data kepemilikan lahan, mengetahui status tanah yang igunakan membangun jalan. Tapi pembangunan masih saja dilakukan,” tandasnya.
Sampai berita ini ditayangkan, Kepala Desa Cikutamahi Anta dan TPK Saepudin belum bisa dihubungi terkait pembangunan jalan desa tersebut. (Soeft)





