Sambut Hari Ibu dan Festival Onde, HPU Vihara Dhanagun Gelar Hari Bhakti

BOGORONLINE.com, Bogor Tengah – Menyambut Hari Ibu dan Festival Onde, Himpunan Persaudaraan Umat (HPU) Vihara Dhanagun menggelar Hari Bhakti di halaman Vihara Dhanagun, Babakan Pasar, Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (18/12/2021) malam.

Kegiatan bertemakan “Berbakti Kepada Orang Tua Adalah Landasan Kebajikan” yang diikuti puluhan orang tua beserta anak-anaknya ini berlangsung penuh dengan rasa kekeluargaan.

Ketua Panitia Acara, Lenih mengatakan, Hari Bakti ini digelar bertepatan dengan menyambut tradisi leluhur di negeri Tiongkok sembahyang onde (Hari Tangjie), bersamaan juga dengan peringatan Hari Ibu yang jatuh di tanggal sama, yakni 22 Desember.

“Di Hari Ibu ini kita ambil kesempatan untuk mengungkapkan bhakti anak kepada orang tua melalui tindakan, karena terkadang kebanyakan sekarang ini anak sayang ibu lewat SMS, happy mother day lewat status sosmed” katanya.

Oleh karenanya, sambung Lenih, dalam momentum ini, HPU ingin menyampaikan pesan bahwa sebagai bentuk bakti anak kepada orang tua melalui tindakan dengan cara membasuh kaki orang tua.

Secara tradisi, kata Lenih, untuk Festival Onde dirayakan pada 22 Desember. Pada perayaan tersebut dilaksanakan sembahyang onde, yang sehari sebelumnya pembuatan makanan onde untuk dimakan berkumpul dengan keluarga.

“Iya, kita HPU sebagai regenerasi dari umat yang masih muda ingin melestarikan tradisi leluhur kita, kita bangkitkan dengan melalui kegiatan seperti ini, salah satunya,” ujarnya.

Sementara, Linda salah satu pengurus HPU Vihara Dhanagun menerangkan, secara tradisi makanan onde dibuat pada saat musim dingin di Tiongkok bagian utara. Makanan onde ini dimakan bersama-sama dengan anggota keluarga.

“Di sana makanan ini dibuat ketika titik balik dari matahari ke musim dingin. Di musim dingin itu mereka membuat makanan onde untuk berkumpul karena ini simbol Tang Yuan dibuatnya bulat itu menyatakan berkumpul, keutuhan keluarga bersama,” terangnya.

Sedangkan tradisi leluhur di Tiongkok bagian selatan, kata Linda, diceritakan makanan dibuat lebih kepada dimsum atau makanan hangat-hangat. Ia melanjutkan, tradisi onde ini menjadi tradisi masyarakat Tionghoa di Indonesia.

“Ketika kita berkumpul membuat onde juga pada bulan Desember musim dingin, menjadi budaya kita persembahan kepada para leluhur setelah kita berkumpul kepada orang tua juga,” kata Linda.

Ia lanjut menjelaskan, makanan onde berbahan dari tepung beras ketan dibentuk bulat atau dalam bahasa Tiongkok tangyuan atau yuan sebagai simbol berkumpul, keutuhan dan kebersamaan bersama keluarga.

“Karena bersamaan dengan Hari Ibu di Indonesia, tema yang kita angkat adalah bhakti. Bhakti adalah landasan utama dari kebajikan. Kalau di keluarga anak sudah berbakti kepada orang tua, diharapkan cinta dan kebersamaan itu akan menjadi tatanan moral untuk mereka ketika besar nanti baik di lingkungannya, hidup bermasyarakat dan bernegara mereka memiliki rasa bhakti,” imbuhnya.

Salah seorang anak yang mengikuti Hari Bhakti, Felisia putri pertama dari orang tua bernama Kiyun merasa bersyukur ada kesempatan seperti ini. Ia mengatakan, setiap anak pasti punya kesalahan terhadap orang tua. Umumnya biasa langsung minta maaf.

“Tapi ini, kayak dapat momen khusus karena bisa membasuh kaki orang tua. Tadi juga kami dapat kesempatan menyerahkan bingkisan. Sebenarnya jasa orang tua itu ngga bisa dibalas. Ini bingkisan hanya simbolis saja sebagai pertanda terima kasih kami kepada orang tua. Jadi seneng ada kesempatan seperti ini,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Kiyun orang tua Felisia menyampaikan, sebagai seorang ibu, dirinya merasa terharu bahwa seorang anak mau membasuh kaki ibunya dan memohon maaf atas kesalahannya.

“Saya sangat memaafkan semua kesalahannya dan di Hari Bhakti ini, saya memberikan wejangan kepada anak saya, saya memaafkan semua kesalahannya dan saya mendoakan untuk masa depannya menjadi seorang ibu yang baik. Semoga anaknya juga nanti akan berbakti kepada orang tuanya. Pengharapan saya kehidupan mereka di masa depan akan lebih baik, lebih bahagia dan lebih sejahtera lagi,” harap warga Tajur ini.

Untuk menambah kemeriahan acara, penyelenggara acara juga menampilkan paduan suara dari para oma yang menghibur dan merchandise di akhir acara. (Hrs)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *