Kota Bogor – bogorOnline.com
Dalam era pasar bebas seperti sekarang ini, keberadaan pasar tradisional tak lepas dari persaingan dengan pasar modern yang tumbuh subur di Kota Bogor. Menariknya, masing-masing pasar akan berusaha menarik lebih banyak konsumen untuk keberlangsungan usahanya.
Direktur Umum (Dirum) PD Pasar Pakuan Jaya (PD PPJ) Deni S. Harumantaka mengatakan, pihaknya menganggap keberadaan pasar modern seperti supermarket bukanlah sebagai pesaing. Karena, kita berharap kedepan pasar tradisional di Kota Bogor dapat menjadi pasar yang bersih dan nyaman.
“Ini sesuai dengan motto PD PPJ, yaitu bersih dan nyaman. Kami berharap masyarakat bisa melihat dan lebih tertarik untuk datang ke pasar tradisional ketimbang ke pasar modern,” kata Deni, usai acara potong tumpeng hari jadi Ke-7 PD PPJ, Kamis (28/7/16).
Deni mengungkapkan, jika di lihat dari segi harga, pasar tradisional memiliki kelebihan, yaitu harga pasarnya lebih murah. Selain itu, kualitas barang di pasar tradisional juga cukup terjaga, serta memiliki pangsa pasar tersendiri, sehingga keberlangsungan usaha para pedagang tetap akan terus berjalan.
“Ada 12 pasar tradisional di Kota Bogor yang saat ini kami kelola. Dan untuk meningkatan pelayanan, pada tahun ini kami akan merevitalisasi 3 gedung. Diantaranya Pasar Bogor, Pasar Warung Jambu dan Blok F Pasar Kebon Kembang,” ungkapnya.
Sementara saat disinggung terkait kontribusi PD PPJ terhadap Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor. PD PPJ pada tahun 2015 telah mampu berkontribusi dan mungkin merupakan paling besar sepanjang perusahaan ini berdiri.
“Tahun 2015 kmarin, kontribusi PD PPJ di pendapatan asli daerah (PAD) mencapai sekitar 1 miliar lebih,” akunya.
Deni menambahkan, strategi kedepan untuk meningkatkan PAD yang bersumber dari laba. Pihaknya akan mengoptimalkan potensi pendapatan yang ada di pasar. Seperti, sewa kios, kebersihan, parkir, service charge, dan lainnya.
“Jadi ketika potensi pendapatan ini optimal, otomatis pendapatan akan naik juga,” pungkasnya.(bunai)





