Lokasi Dibibir Sungai Cisadane Bekas Galian Liar Ditutupi Sampah

Ciseeng – bogoronline.com – Bekas galian pasir di pinggir Sungai Cisadane, tepatnya di Kampung Areuy RT 03/04, Desa Karihkil, Kecamatan Ciseeng, kini menjadi tempat pembuangan sampah non retribusi alias sampah liar.

Dari hasil pantauan Jurnal Bogor, sampah yang mayoritas limbah rumah tangga itu dipakai untuk menutup lubang bekas galian pasir, yang dalamnya diperkirakan mencapai 5 hingga 10 meter.

Warga setempat saat ini dihantui perasaan was-was, karena bekas galian pasir itu dikhawatirkan akan menyebabkan longsor, lantaran lokasinya berada dibawah tebing Sungai Cisadane.

“Kami sudah melaporkan bekas galian pasir yang ditutupi sampah itu kepada Unit Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Ciseeng, agar segera melakukan tindakan, karena galian yang diduga ilegal dan merusak lingkungan itu sudah meresahkan warga Kampung Areuy,” kata Kepala Desa Karihkil Ahmad Dasuki.

Camat Ciseeng Edi Mulyadi, hingga berita ini diturunkan belum bisa dimintai tanggapannya, karena saat disambangi ke kantornya yang bersangkutan sedang berada di Cibinong. “Mohon maaf, Pak camat, tidak ada di kantor,,” kata salah seorang stafnya.

Sementara itu, salah seorang pekerja yang ditugasi menutup galian mengatakan, sampah yang dipakai menutup bekas areal galian ini non retribusi. Dan ini atas pesanan si pemilik galian. “Kami disini hanya bekerja, kalau ingin jelasnya silakan tanyakan langsung kepada pemilik,” ujarnya.

Kepala Seksi Pengendalian dan Operasional Satuan Polisi Pamong Praja M. Asnan ketika dikonfirmasi mengaku telah menerima informasi terkait adanya aktifitas galian pasir ilegal di Kecamatan Ciseeng. “Kami sedang berkordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, untuk menertibkan semua aktifitas galian ilegal atau liar, termasuk yang ada di Kecamatan Ciseeng,” tegasnya. (zah)