Pemerintah Kabupaten Bogor Ngarep Light Rail Transit (LRT) Nyampai di Ciawi Solusi Atasi Kemacetan Lalin di Jalur Selatan

Cibinong – bogoronline.com – Kendati pembangunan Light Rail Transit(LRT) atau kereta api cepat ringan sekarang ini belum sampai ke Kabupaten Bogor, karena proyek yang digagas pemerintah pusat ini, untuk sementara difokuskan untuk wilayah Jakarta. Namun Pemerintah Kabupaten Bogor, tetap berharap proyek yang menelan anggaran cukup besar ini pada tahun 2017 mendatang pembangunannya dilanjutkan hingga ke Kabupaten Bogor.

“Pembangunan LRT ini rencananya akan sampai wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, kami sudah mempersiapkan lahan untuk dipakai stasiun LRT, ditiga wilayah diantaranya Gunung Puteri, Citeureup dan Sukaraja, tepatnya di Desa Cibanon, yang berbatasan dengan Kota Bogor” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Syarifah Sofiah.

Tiga lahan yang sudah dipersiapkan untuk stasiun LRT, kata Syarifah, saat ini perubahan siteplannya sedang diajukan. Selain itu, kata Syarifah, Pemerintah Kabupaten Bogor juga berharap, jalur LRT itu sampai ke Ciawi, untuk mengatasi masalah kemacetan lalu lintas di wilayah selatan Kabupaten Bogor.

“Rencana pemerintah pusat, LRT hanya sampai ke Cibanon, Kecamatan Sukaraja, tapi kita tetap mengajukan proposal, agar jalur LRT ini bisa dipanjangkan hingga ke Ciawi, tentunya dengan berbagai alasan ilmiah,” ujarnya.

Revisi siteplan stasiun LRT kata Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Ade Senjaya dibutuhkan, karena siteplan sebelumnya, keberadaan stasiun LRT itu tak terkoneksi langsung dengan angkutan massal lainnya.

Ade pun setuju, jalur LRT hingga ke Ciawi. “Kecamatan Ciawi itu lokasinya berbatasan langsung dengan Kota Bogor, sehingga sangat tepat kalau ada LRT, apalagi banyak warga dari wilayah selatan Kabupaten dan Kota Bogor yang beraktifitas di Jakarta, sehingga mereka tak perlu lagi ke stasiun LRT di Kota Bogor, jika ingin berangkat ke Jakarta,” katanya.

Proyek pembangunan LRT ini, anggarannya bersumber dari APBN, selain Jakarta dan sekitaranya, rencana proyek ini akan dibangun di tujuh kota besar, proyek ini menghabiskan anggaran mencapai puluhan triliun rupiah. (zah)