Penegak Perda Bakal Tutup Panti Pijat Mesum

Cibinong-bogoronline.com-Meski sudah lama beroperasi dan diduga berpraktek mesum, pijat refleksi Ritz, yang terletak di Cibinong City Center (CCC), masih dibiarkan bebas beroperasi. Pasalnya, terapis memberikan jasa lebih bukan hanya pemijat setiap menjalankan prakteknya.
Sebagian besar panti pijat di Kabupaten Bogor diduga berkedok bagi kegiatan mesum.
Salah satu mantan terapis Rits betinisial AI mengakui, jika dirinya tidak hanya melakukan pijat pada setiap prakteknya saat masih bekerja di Ritz. “Handjob menjadi bagian servis yang diberikan para terapis sesudah melakukan pijat. Hal tersebut memang sudah masuk dalam SOP,” ujar perempuan asal Cianjur ini.

Ia menambahkan, para terapis bisa saja melakukan hal lebih dari handjob, tergantung dari nego konsumen. “Bisa saja lebih, tergantung lobi dan kemauan dari terapis dan konsumen. Bayaran untuk hal lebih itu juga biasanya berdasar pada kesepakatan,” tambahnya.
Lebih lanjut ia mengungkapkan, para terapis yang bekerja di sana itu tinggal di tempat praktek. “Para terapis biasanya tinggalnya di ruko itu. Waktu untuk keluar dari ruko dan pulang ke rumah juga biasanya tak dapat dilakukan semaunya,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Bidang Pengendalian dan Operasional (Kabid Dalops) Satpol PP Kabupaten Bogor, Asnan berjanji tidak akan menindak THM saja, tapi juga panti pijat yang memang melanggar norma agama dan asusila. “Memang belakangan ini kami fokus ke tempat arena bernyanyi, tapi bukan berarti panti pijat tidak akan kami tindak tegas,” kata Asnan.
Menurut Asnan, di Kabupaten Bogor ini sudah ada Perda untuk usaha jasa pijat tersebut. Dalam perda tersebut sudah jelas aturan dan rambu-rambunya. “Terapis itu harus memiliki sertifikat dari Dinas Kesehatan (Dinkes) dan berseragam sopan. Dalam Perda Refleksi, kegiatan hanya dapat dilakukan sesama jenis, artinya jika konsumennya pria terapisnya juga pria, dan dilarang keras menyediakan atau melakukan praktek yang melanggar norma agama dan asusila,” jelasnya.

Ia memaparkan, di Kabupaten Bogor ini baru ada 1 tempat pijat yang sudah memiliki izin. “Refleksi yang sudah berizin itu baru 1, yakni yang ada di daerah Gunung Putri,” paparnya.
Ketika ditanya refleksi yang ada di depan pintu masuk pusat perkantoran Pemerintah Kabupaten Bogor, Asnan berdalih belum mengetahui adanya refleksi di CCC. “Wah saya belum tahu. Tapi intinya, semua kami akan tertibkan jika memang melanggar, tanpa pandang bulu,” tutupnya. (di)