19 THM di Kemang Segera Dibongkar Paksa

Kemang – bogoronline.com – Keluhan warga Kecamatan Kemang, soal maraknya Tempat Hiburan Malam (THM) yang beroperasi dekat pemukiman warga mulai disikapi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) baru Herdi.
Mantan Camat Cibinong dan Sukaraja ini pun langsung menunjukan keberaniannya dengan memerintahkan Kepala Bidang Pengendalian dan Operasi, Asnan, untuk melayangkan surat peringatan ketiga bagi 19 pengelola THM yang beroperasi di wilayah Kecamatan Kemang.
“Surat peringatan ketiga sudah kita layangkan Selasa (17/05) lalu dan surat itu merupakan peringatan terakhir, jika pengelola tetap membandel atau tak mengindahkan surat teguran kami, terpaksa akan ada eksekusi,” kata Asnan, Rabu (18/05).
Asnan menyebutkan, surat peringatan ketiga yang dilayangkan itu ditujukan kepada 19 pengelola THM yang berlokasi di Blok Kiray, Empang dan Yuli. “Setelah surat peringatan ketiga ini, kami akan menindaklanjutinya dengan penyegelan,” tegasnya.
Ketika ditanya apakah akan ada eksekusi atau pembongkaran Asnan menegaskan, kemungkinan kearah itu ada, bila mana si pemilik atau pengelola tak mematuhi peringatan untuk menghentikan kegiatannya. “Kita sudah mengagendakan Senin (23/05) mendatang akan melakukan pembongkaran,” ujarnya.
Kepala Unit Satuan Polisi Pamong Praja Kecamatan Kemang Suherman meminta ke – 19 pemilik atau pengelola THM untuk sadar diri dengan menutup kegiatannya dan membongkar sendiri bangunan yang difungsikan sebagai THM,” himbaunya.
Suherman menegaskan, pembongkaran terpaksa dilakukan, lantaran bangunan yang dijadikan THM itu tidak mengantongi izin, bahkan ada diantaranya yang tidak sesuai peruntukan. “Kita berharap pada pembongkaran nanti suasana berlangung kondusif,” harapnya.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Kemang M. Zien mengatakan, keberadaan THM di wilayahnya itu sangat mengganggu, karena gara-gara THM itu citra Kemang sebagai kecamatan religius ikut tercoreng.
“Keberadaan THM itu jelas sangat meresahkan warga, karena gara-gara THM, warga yang tidak ada sangkut pautnya dengan bisnis yang kerap menyajikan hiburan beraroma mengumbar syahwat itu ikut terbawa jeleknya,” ungkapnya. (Zah)