Galian Tanah di Kalisuren Diduga Ilegal

Tajurhalang – Warga dan pengguna jalan meminta aktivitas galian tanah merah di lingkungan RT 01/13, Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, dihentikan, pasalnya galian tersebut membuat udara kotor, lantaran penuh debu. Kondisi makin parah saat turun hujan, di mana jalan menjadi licin dan membahayakan penggunanya.

“Kami ingin galian tanah merah itu dihentikan saja, karena tak ada untungnya buat warga, justru sebaliknya merugikan jalanan jadi licin dan udara pun tak layak dihirup, karena sudah bercampur debu,” keluh Amri, warga setempat, Minggu (12/06).

Dari informasi yang dihimpun Jurnal Bogor, galian tanah merah yang sudah beroperasi sejak beberapa bulan lalu, diduga kuat tak mengantongi izin.

Dampak lain dari adanya galian tersebut, Jalan Kalisuren pun rusak, akibat hilir mudiknya truk tronton pengangkut tanah merah yang beratnya bisa mencapai di atas 20 ton, sementara kapasitas jalan hanya untuk beban maksimal 10 ton.  “Warga telah menanyakan persoalan legalitas penggalian kekecamatan dan hasilnya pihak kecamatan mengaku tak mengetahui soal izin,” ungkapnya.

Ketua Komisi I DPRD Kukuh Sri Widodo mendesak aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) bertindak, jika memang aktivitas penggalian tanah merah di Desa Kalisuren, Kecamatan Tajurhalang, tak berizin. “Yang namanya penggalian apapun jenisnya harus ada izin, tak hanya dari Pemerintah Kabupaten Bogor saja, tapi juga dari lingkungan sekitar, sebab dampaknya akan dirasakan mereka yang tinggal didekat lokasi galian,” ujarnya.

Politisi Partai Gerinda ini menyesalkan, sikap aparat Kecamatan Tajurhalang, yang terkesan diam saja, padahal warga sudah melaporkan persoalan tersebut. “Di tiap kecamatan ka nada kepala Unit Sat Pol PP, kalau tak berani atau tak mampu bertindak, kenapa tidak melaporkan kepada kepala Sat Pol PP,” katanya. (Iwan/Zah)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.