Jalan Penghubung Dua Kecamatan Dibiarkan Rusak, Anggaran Pemeliharaan Diungkit

Kemang – bogoronline.com – Berbicara kasus jalan rusak di Kabupaten Bogor, sepertinya tidak akan ada habisnya. Pasalnya hampir setiap ruas jalan yang ada di Bumi Tegar Beriman ini, kondisinya jauh dari kata aman dilintasi, lantaran banyaknya lubang mengangga di tengan badan jalan, seperti terlihat di ruas jalan yang menghubungkan Kecamatan Kemang dengan Rancabungur.

“Kami tak habis pikir, kok sampai bulan Juni, banyak jalan yang belum diperbaiki, padahal anggaran untuk pemeliharaan dan perawatan sudah dialokasikan di APBD yang nilainya cukup besar,” kata Karta, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bojong, Kamis (23/06).

Di Kecamatan Kemang, kata Karta ada beberapa ruas jalan yang kondisinya rusak parah dan membahayakan penggunanya, selain di Bojong, jalan di Desa Semplak Barat, kondisinya tak jauh berbeda. “Jalan rusak tersebut menghubungkan sejumlah desa di Kecamatan Kemang dengan Rancabungur. Kami minta sebelum Idul Fitri, jalan itu sudah diperbaiki,” pintanya.

Apendi, warga Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur menambahkan, jalan-jalan yang rusak itu, setiap harinya dilintasi angkutan sayur mayur. “Ya katanya ingin jadi kabupaten termaju di Indonesia, masa ngurus jalan saja tidak bisa,” sindirnya.

Kepala Desa Bantarsari, Lukman Nulhakim mengatakan, persoalan jalan rusak di wilayah sudah dilaporkan ke UPT Jalan dan Jembatan wilayah Parung. “Namun, sampai sekarang belum ada realisasinya, sehingga tak salah, kami mempersoalkan anggaran yang dialokasikan untuk pemeliharaan dan perawatan jalan,” katanya.

Pada tahun 2016 ini, Bidang Pengelolaan dan Pemeliharaan Jalan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 98, 3 miliar. Dana tersebut dipakai untuk merawat sebanyak di 414 ruas. Sementara total jalan milik Kabupaten Bogor  yang mengalami kerusakan mencapai 435, 7 kilo meter dari 1,748 kilo meter.

Kerusakan jalan tak hanya terjadi di Rancabungur dan Kemang, tapi juga Cibinong, seperti di Jalan Raya Karadenan – Pomad. “Saya tak bisa membayangkan bagaimana kondisi jalan-jalan yang ada di wilayah perbatasan, toh yang berada di jantung kota saja tak dapat perhatian,” kata Anggota Komisi III Ade Senjaya. (Iwan/zah)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.