Angka Lama Sekolah 37 Kecamatan Masih Rendah PR Bidang Pendidikan Berat

 

Cibinong – Target untuk menuntaskan program wajib belajar pendidikan dasar, sembilan tahun yang dicanangkan para petinggi di Bumi Tegar Beriman pada tahun 2018 mendatang seperti sulit tercapai. Pasalnya sampai tahun 2016 inui dari 40 kecamatan, baru tujuh yang rata-rata lama sekolah warganya di atas sembilan tahun.

“Berarti ada sekitar 33 kecamatan yang angka lama sekolahnya masih dibawah target yang diharapkan, bahkan ada beberapa kecamatan yang angka lama sekolah warganya dibawah enam tahun,” kata Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Bogor Abidin Said, akhir pekan lalu.

Menurut Abidin, tingginya jumlah warga Bumi Tegar Beriman yang belum mengenyam pendidikan menengah menjadi pekerjaan rumah (PR) berat yang harus diselesaikan pemerintah daerah. Selain dukungan anggaran, kata Abidin, tugas berat ini tak hanya menjadi beban Dinas Pendidikan semata, tapi semu SKPD lainnya.

“Ada beberapa faktor memang yang menyebabkan rata-rata lama sekolah di 33 kecamatan itu rendah, selain ekonomi, masih adanya anggapan, sekolah tak perlu tinggi-tinggi yang penting seorang anak bisa cari uang,” ungkapnya.

Sementara untuk tujuh kecamatan yang angka lama sekolah warganya sudah di atas sembilan tahun menurut Abidin, karena didukung tingginya kesadaran para orang tua yang menilai pendidikan itu penting.

Tujuh kecamatan tersebut diantaranya, Cibinong, Sukaraja, Bojonggede, Cileungsi, Gunung Puteri, Citeureup, Dramaga dan Ciomas. “Di tujuh kecamatan ini kan banyak warga yang tinggal di kawasan perumahan dan  akses kedunia pendidikan mudah dijangkau,  itulah yang menjadi faktor pendukung tingginya angka lama sekolah warganya, kalau dirata-ratakan mencapai 11 tahunan,” ujarnya.

Menurut Abidin, agar masalah di dunia pendidikan rampung, diperlukan adanya blue print atau cetak biru arah pendidikan di Kabupaten Bogor. “Selama tidak ada blue print, kebijakan untuk menuntaskan masalah pendidikan, semisal kekurangan guru dan sebaran sarana pendidikan sulit diselesaikan, akibatnya kebijakan pendidikan sering kali salah arah,” katanya.

Kepala Dinas Pendidikan TB. Luthfi Syam tak memungkiri, masih banyak kecamatan yang angka lama sekolah warganya dibawah sembilan tahun. “Ini menjadi tugas semua insan pendidikan bersama Pak Abidin Said, yang menjadi ketua Wandik, untuk bersama-sama merumuskan kebijakan soal pendidikan agar tepat sasaran dan tidak salah arah,” ujar mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja itu.

Menurut Lutfhi ada beberapa kebijakan penting yang dilakukan Dinas Pendidikan, untuk meningkatkan angka lama sekolah, diantaranya memperbanyak pendirian sekolah lanjutan tingkat pertama di sejumlah kecamatan. “Tentunya tidak bisa sekaligus, karena disesuaikan dengan kemampuan APBD, tapi kita laksanakan secara perlahan, sehingga menimalnya setiap kecamatan memiliki dua SMP Negeri,” pungkasnya. (zah)

ARTIKEL REKOMENDASI

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *