Warga Sempora Dapat Surat Lipi, Soal Blokir Jalan Sepihak

bogorOnline.com

Penutupan akses jalan warga oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cibinong, Kampung Sempora, Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor
nampaknya akan berbuntut panjang.

Kemarin, tokoh pemuda Kampung Sempora, Dayat Hidayat dikirmkan surat pemanggilan oleh LIPI untuk datang di kantor pusat yang berada di Jalan Jenderal Gatot Subroto, No 10, Jakarta, esok hari Pukul 09:30. Pemanggilan tersebut merupakan buntut dari stetmen dayat di media masa yang tak terima atas pelarangan melalui jalur LIPI.

“Kalau jalan itu punya mereka (LIPI) saya pribadi dan masyarakat pasti maklum penutupan akses itu. Nyatanya, jalan itu punya warga,” tegasnya.

Dayat mengaku tak terima, kedatangan delegasi dari LIPI ke ketua RW beberapa waktu lalu. Pasalnya, delegasi tersebut mengancam akan memproses hukum atan komentar yang disuarakan darinya. Bahkan, pemanggilan atas dirinya, dianggap sebagai strategi LIPI untuk menurunkan nyali para pemuda. Padahal, tak sedikitpun ancaman LIPI membuat warga takut.

“Untuk menyampaikan keluhan masyarakat. Jangankan berhadapan dengan hukum, nyebur ke api saya siap,” tegas pria yang biasa disapa Om Day itu.

Sebelumnya, Akibat kebijakan dari Kompleks Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Cibinong yang menutup akses jalan di Kelurahan Cibinong, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, maka warga kampung Sempora protes.

Hal itu seperti penjelasan Pembina Karang Taruna RW10 Dayat Hidayat menjelaskan, ditutupnya jalan Lipi itu membuat warga kesulitan untuk hilir mundik beraktifitas sehari-hari yang sebelumnya telah dipergunakan warga sejak puluhan tahun lalu. Bahkan, sebelum adanya perkantoran itu.

“Tanah yang dijadikan jalan Lipi itu punya nenek moyang kami maka setidaknya mereka menghargai warga kampung,” ujarnya.(rul)