Mulai Bahas Pembangunan 2018, Pemkab Bogor Diminta Fokus

CIBINONG- Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappedalitbang) Kabupaten Bogor, membuka Forum Gabungan Perangkat Daerah, Rabu (22/2), untuk merencanakan pembangunan tahun 2018.

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor, Syarifah Sofiah menjelaskan tema yang ditentukan tahun ialan ‘Peningkatan Kesejahteraan Sosial, Tata Kelola Pemerintahan dan Pelayanan Publik.

Dari tema tersebut, ada lima indikator prioritas yang harus dikejar, yakni menuntaskan pencapaian target penciri kabupaten termaju, meningkatkan pelayanan kesejahteraan sosial, meningkatkan pelayanan publik dan penataan administrasi, meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana wilayah serta meningkatkan daya saing perekonomian.

“Ini kan baru saling mengenal antara usulan hasil Musrenbang desa, kelurahaan dan kecamatan kepada SKPD. Supaya saling mengetahui dulu,” kata Syarifah kepada BogorOnline.com.

Usulan hasil Forum Gabungan Perangkat Daerah, kata Syarifah, berasal dari dua sumber, yakni partisipatif dan teknokratik. Sementara usulan politis atau yang bersifat kebijakan daerah, baru akan masuk pada Musrenbang pada 1-2 Maret 2017.

“Dalam Musrenbang, semua unsur dikumpulkan sekaligus menampung usulan-usulan yang masuk. Termasuk jika ada kebijakan bupati diluar usulan dari bawah,” kata Syarifah.

“Ya, di Musrenbang nanti, baru ada usulan-usulan hasil reses DPRD. Pokoknya, semua usulan akan ditampunh dulu dalam Musrenbang. Baru setelah itu masuk Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) sebelum jadi RAPBD 2018,” tukas Ifah.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Iwan Setiawan memintah eksekutif fokus mengejar apa-apa yang belum tercapai. Karena dengan keterbatasan anggaran, tidak mungkin semua dilakukan berbarengan.

“Harus fokus. APBD memang besar tapi kan terbatas. Fokus saja. Jangan terjebak dengan ‘menjadi kabupaten termaju’. Ingat juga bahwa kesejahteraan sosial di penjuru daerah perlu diperhatikan. Fokus pada tujuan,” tegas politisi Gerindra itu.

“Kalau 2018 nanti mau membenahi tata kelola pemerintahan, ya kejar. Tolok ukurnya kemana. Harus jelas. Tapi jangan cuma jadi baik dihadapan pemerintah pusat. Pelayanan juga musti terus dibenahi,” tukas Iwan. (cex)

Comments




Leave a Reply

Your email address will not be published.