WARGA DUA KECAMATAN MINTA DIPERHATIKAN PEMKAB BOGOR

KHAWATIR MELINTAS DI ATAS JEMBATAN GANTUNG DARI BAMBU

RUMPIN – bogorOnline.com

Pembangunan infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan di daerah pedalaman dan perbatasan, perlu terus diperhatikan dan ditingkatkan. Harapan ini disampaikan warga masyarakat Kabupaten Bogor.

Seperti dituturkan seorang bocah bernama Muhamad Alif (6) yang mengaku was – was saat melintas di atas jembatan gantung yang terbuat dari bambu yang saat ini kondisinya kian keropos.

Jembatan penghubung antara Kecamatan Rumpin dan Kecamatan Parungpanjang tersebut, terletak di Kampung Bojong Jaya RT 01 RW 03 Desa Kertajaya Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor.

“Saya takut, soalnya suara jembatan krek-krek kayak mau roboh,” ucap Muhamad Alif saat menyebrang jembatan bambu bersama ibu dan adiknya, Selasa (12/3/19).

Sementara Sanih (40) ibu Alif mengungkapkan, dirinya terpaksa harus turun dari motor bersama kedua anaknya, karena khawatir dengan kondisi jembatan yang sudah rapuh.

“Saya mau ke undangan, jembatan ini adalah jalan terdekat dan biasa kami lewati. Warga kampung juga menggunakan jembatan in.” Ungkap Ibu 5 anak yang mengaku tinggal di Kampung Gugunung RT01/02, Desa Mekarsari Kecamatan Rumpin.

Pantuan wartawan bogorOnline.com dilokasi, jembatan bambu tersebut merupakan salah satu akses utama masyarakat sekitar. Jembatan bambu membentang diatas ketinggian 7 meter dari permukaan air Kali Cimanceri, dengan lebar sekitar 1.5 meter dan panjang sekitar 26 meter. Jembatan gantung bambu ini, hanya terikat kain pakaian bekas. Rasa khawatir masyarakat semakin beralasan, karena saat ini mulai musim penghujan ini, air Kali Click seringkali meluap hingga melewati jembatan tersebut.

Haeril Anwar (21) warga Desa Cikuda Kecamatan Parungpanjang, yang sering melintas di jembatan bambu tersebut, mengungkapkan rasa ketakutan yang sama. Menurutnya,  warga terpaksa melintas jembatan gantung dari bambu karena tidak ada lagi akses terdekat dari Parungpanjang menuju Rumpin.

“Meski menakutkan, mau bagaimana lagi. Tidak ada lagi akses terdekat, saya setiap hari nyebrang jembatan gantung dari bambu tersebut,” terangnya.

Dikonfirmasi terkait hal ini, Rudi Jaya selaku Kepala Desa Kertajaya Kecamatan Rumpin mengatakan, bahwa ada dua jembatan gantung dari bambu yang sering digunakan warga.

“Tepatnya berada di Kampung Bojong RT 01 RW 03 dan satunya lagi di RT 02 RW 03 Desa Kertajaya Kecamatan Rumpin. Jembatan ini penghubung Desa Cikuda Kecamatan Pada dan Desa Kertajaya Kecamatan Rumpin,” jelasnya.

Rudi juga membenarkan, bahwa jembatan tersebut banyak digunakan warga untuk melintas guna menjalankan aktifitas sehari-hari seperti bekerja, sekolah ke pasar dan lainnya.

Rudi Jaya mengungkapkan, untuk jembatan yang berada di RT 02 RW 03, warga dan pemerintah desa (Pemdes) Kertajaya sudah berupaya memperbaiki sesuai kemampuan yang ada dengan cara gotong royong.

“Jadi aspirasi warga memang sudah sering disampaikan, kami Pemdes juga sudah berupaya mengajukan usulan perbaikan jembatan tersebut. Namun hingga saat ini belum ada jawaban dan realisasi,” ungkapnya.

Kades Rudi Jaya juga berharap agar masyarakatnya tetap bersabar. Selain faktor kemampuan anggaran desa yang terbatas, perbaikan jembatan tersebut juga memerlukan koordinasi lintas kecamatan, karena merupakan akses bagi dua wilayah kecamatan.

“Untuk solusi sementara, warga dan Pemdes Kertajaya sudah berupaya semampunya dengan gotong royong. Namun, kami juga terus menyampaikan aspirasi ini ke tingkat kecamatan dan kabupaten, untuk mendorong usulan perbaikan dan pembangunan jembatan gantung tersebut,” Pungkasnya. (Mul)