Bima Arya Evaluasi Sejumlah Program Dishub

Bogor Selatan – bogorOnline.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mengevaluasi sejumlah program termasuk pejabat struktural di lingkungan instansi Dinas Perhubungan (Dishub) mulai pekan depan.

“Ada langkah-langkah baru yang akan kita gulirkan dalam waktu dekat. Insya Allah, minggu depan saya akan duduk bersama dengan Dishub, Organda dan semua pihak terkait untuk mematangkan beberapa rencana program,” ujar Wali Kota Bogor Bima Arya seusai peringatan Hari Perhubungan Nasional tingkat Kota Bogor pada 23 September 2019 di kantor Dishub Kota Bogor.

Rencana itu, diuraikan Bima, pertama adalah evaluasi mengenai konsep rerouting dan konversi angkutan kota (angkot). Kedua tentang persiapaan rencana pembangunan jalur trem di Kota Bogor yang perlu diakselerasikan.

“Ini memang perlu dimatangkan, kemudian untuk bisa diagendakan anggarannya di tahun depan. Jadi seperti saya sampaikan dikembalikan ke titik nol, proses evaluasi kinerja mulai minggu depan. Begitu juga evaluasi secara struktural di Dishub karena ada yang pensiun,” jelas Bima.

Menurut Bima, terkait trem sesuai konsep utama bahwa angkot tetap menjadi feeder (angkutan pengumpan). Hanya saja pada masa transisi ini harus dihitung berapa lama angkot betul-betul hilang di pusat Kota Bogor. Sebab, sambung dia, berdasarkan target semua angkot jadi feeder pada 2022 – 2023.

Kemudian, lanjut Bima, ada pemikiran untuk konversi dalam pengadaan bis dikerjasamakan dengan pihak ketiga yang berpengalaman dalam pengelolaan transportasi. Sebab, selama ini untuk pengadaan bis diserahkan ke badan hukum pengusaha angkutan umum.

“Jadi badan hukum itu kerjasama dengan pihak ketiga, misalnya dengan Damri. Konversi 3 angkot jadi 1 bis, bis nya dari Damri tapi badan hukum tidak keluar uang, dianggap punya saham. Sekarang kita sedang jajaki model baru itu,” ungkapnya.

Sisi lain menanggapi raihan Dishub atas penghargaan Wahana Tata Nugrah (WTN), kata Bima sebetulnya secara standar Kota Bogor dikategorikan baik dalam hal pengelolaan lalu lintas dan kecelakaan. Namun sejauh ini diakuinya belum bicara tentang langkah-langkah progresif untuk mengurai kemacetan yang sampai sekarang masih menjadi PR (pekerjaan rumah) Kota Bogor.

“Jadi WTN menurut saya hal rutin, prestasi yang standar, kita tidak ingin prestasi yang biasa-biasa saja, kita ingin prestasi yang luar biasa. Akselerasi trem, konversi angkot jadi fokus 2 sampai 3 tahun kedepan,” imbuh Bima.

Terpisah, Kepala Dishub Kota Bogor, Rakhmawati mengatakan, seperti yang disampaikan wali kota, bahwa pihaknya harus lebih fokus lagi terkait dengan program-program yang ada termasuk rencana pembangunan jalur trem. Raihan WTN tidak untuk berpuas diri.

“Seperti disampaikan pak wali, kita dapat WTN tapi harus lebih lagi daripada itu,” ungkapnya.

Lebih lanjut kata Rakhmawati, ada beberapa PR yang belum tuntas sampai sekarang dan harus dikejar untuk membuat nyaman Kota Bogor dalam bertransportasi. Terkait ini, Kota Bogor ada rencana membangun moda transportasi trem yang setidaknya perlu kajian matang.

“Rencana ini tidak serta merta begitu saja perlu persiapan untuk segala sesuatunya, mulai infrastruktur sampai masyarakat juga dan angkot-angkot harus bagaimana?. Feeder pasti ada, seperti apa? kita evaluasi semua karena adanya kebijakan baru (trem) di Kota Bogor akan mengubah pola pergerakan transportasi,” paparnya. (HRS)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *