by

Galian Ilegal Sukasirna Resahkan Warga Dan Pengguna Jalan

BOGORONLINE.com, JONGGOL – Keberadaan galian tanah merah di Kampung Bojongkorod, Desa Sukasirna, Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor dikeluhkan warga. Pengguna jalan yang melintasi jalan tersebut ikut mengeluhkan karena keselamatannya terancam.

Selain itu, galian yang diduga kuat tidak mengantongi izin dari Dinas Pertambangan Provinsi Jawa Barat, dapat merusak jalan milik Pemkab Bogor. Karena lokasi galian berada di ketinggian, menyebabkan jalan ke lokasi tergerus air pada saat musim hujan. Akibatnya, dapat menutupi badan jalan Ruas Dayeuh – Sukamakmur.

Kepala Seksi (Kasi) Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Kecamatan Jonggol, Durahman, mengatakan pihaknya telah mendapatkan laporan kalau galian Bojongkorod sudah tidak beroperasi lagi. Sebelumnya, galian itu beroperasi lalu ditutup karena banyaknya keluhan dari warga dan pengguna jalan.

“Namun, kalau temuan di lapangan galian itu melakukan aktifitas lagi, kami akan melakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku,” kata Durahman melalui sambungan telephone, Rabu (3/6).

“Maaf, saya belum menerima laporan kalau galian beroperasi lagi. Soalnya ada info kalau galian tersebut belum lama ini tutup. Kalau memang buka lagi, kami akan mengambil tindakan sesuai kewenangan Pol PP,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Desa (Sekdes) Sukasirna, Enjang menjelaskan tidak mengetahui aktifitas galian tersebut. Karena saat dimulai penggalian, pihak penambang tidak berkoordinasi dengan dirinya. Namun, kemungkinan penambang sudah berkoordinasi dengan kepala desa (Kades).

“Saya tidak mengetahui galian itu. Soalnya belum ketemu sama penggalinya. Saya kan hanya bawahan kalau ke kades kayaknya sudah ketemu,” singkatnya.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada klarifikasi dari Kades Sukasirna Iwan Setiawan terkait keterlibatannya atas beroperasinya galian ilegal tersebut. (Soeft/Gie)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed