by

Berulah, Gurandil Cileungsi Kembali Beroperasi

BOGORONLINE.com, BOGOR TIMUR – Galian Ilegal Di Kampung Cibereum, Desa Cileungsi Kidul, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, kembali beroperasi. Padahal, beberapa waktu lalu, galian yang dianggap meresahkan warga itu ditutup pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Cileungsi.

Penutupan dilakukan lantaran galian menyebabkan terjadinya tumpukan tanah di jalan yang dilintasi armada pengangkut material tanah merah. Hal itu mengakibatkan, banyak pengendara roda dua jatuh karena locin usai diguyur hujan.

Beroperasinya kembali galian ilegal itu, membuat pengguna jalan, terutama pengendara roda dua terancam keselamatan jiwanya. Pasalnya, saat terguyur hujan, jalan menjadi licin dan saat kering jalan berdebu.

“Ini sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua. Kalau musim hujan, sangat licin dan sudah sering kejadian, pemotor jatuh,” kata pengguna jalan, Usman kepada BOGORONLiNE.com, Senin (16/11).

Untuk itu, dirinya yang sering melintas jalur tersebut meminta Polsek Cileungsi bertindak tegas menghentikan kegiatan galian. Tidak perlu mempermasalahkan perijinan yang selama ini menjadi alasan klasik. Tapi, tindakan nyata terkait perbuatan yang mengancam keselamatan jiwa seseorang.

“Kalau sudah seperti ini, polisi harus bertindak tegas, tidak perlu lagi membuat alasan perijinan. Jiwa kami sangat terancam kalau hujan karena jalan menjadi licin,” pintanya.

Kapolsek Cileungsi, AKP Benny Cahyadi, mengaku, galian yang pernah diberi garis kuning, kasusnya telah dilimpahkan ke Unit Pol PP Kecamatan Cileungsi untuk ditindaklanjuti. Karena menurutnya, urusan galian tanah adalah urusan pemerintah.

“Untuk prosesnya sudah kita limpahkan Barang Bukti, Orang dan hasil pemeriksaan ke Sat Pol PP Kecamatan” singkat Benny yang mantan Kasat Reskrim Polres Bogor.

Sampai berita ini ditayangkan, Kanit Pol PP Kecamatan Cileungsi, Suryadi belum bisa dikonfirmasi terkait beroperasinya kembali galian Cibeureum. “Bapak sedang keluar, tidak ada di tempat,” tandas salah satu petugas jaga. (Soeft)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed