BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Era New Normal saat pandemi ini membuat perekonomian masyarakat menjadi terguncang tidak terkecuali masyarakat Kampung Pasir Manggis Agrikon. Untuk itu, Mahasiswa Fakultas Ekomomi Islam (FEI) Universitas Djuanda (Unida) Bogor melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) O2 di Cisarua yang dibimbing oleh Andri Brawijaya, SHI., MH. melakukan pemberdayaan terhadap masyarakat yang dilakukan guna meningkatakan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat di era new normal seperti saat ini.
Melalui Tema yang diangkat dari KKN Fakultas Ekonomi Islam “Penguatan Ekonomi Masyarakat Di Era New Normal Berbasis Syariah” KKN 02 Cisarua melakukuan pemberdayaan masyarakat seperti Insisiasi Pengelolaan Tabungan Syariah, Peningkatan Pemasaran UMKM dalam bentuk kerajinan tangan Anyaman Daur Ulang dan Rajutan serta pengoptimalisasian pemasaran Desa Wisata Batulayang dalam bentuk brosur.
Ketua Kelompok KKN 02 Cisarua Hanna Pertiwi menjelaskan saat bersilaturahmi dengan Ibu RT Kampung Pasir Manggis Agrikon Desa Batulayang mengenai Inisiasi Sistem Pengelolaan Tabungan Syariah dan Peningkatan Pemasaran UMKM dalam bentuk kerajinan tangan “Anyaman dan Rajutan”. Hal ini menjadi salah satu potensi untuk meningkatkan penguatan perekonomian Kampung Pasir Manggis Agrikon.
Ibu RT Euis Rohani menjelaskan bahwa kendala yang dihadapi pada saat KKN yaitu masyarakat kurangnya memahami tentang ekonomi syariah apalagi dalam bentuk tabungan.
“Karna tidak tau bagaimana cara pengadministrasiannya itu seperti apa dan juga masyarakat di sini tuh bisa kalau buat anyaman sama rajutan, cuman malu untuk dipasarkan karna takut hasil nya tidak bagus dan engga tau juga pemasaran melalui media sosial seperti Instagram, whatsapp, Facebook seperti apa,” kata Euis.
Maka dari itu kelompok KKN 02 Cisarua yang beranggotakan Hanna Pertiwi, Muhamad Awaludin Ariansyah, Muhamad Fiqri Assidiqy dan Tia Auliya secara bertahap melakukan program sosialisasi tentang sistem pengelolaan tabungan syariah seperti manfaat tabungan itu apa, bagaimana cara pengelolaannya serta tabungan ini berazas tolong menolong, kekeluargaan dan saling membantu untuk mensejahterkan masyarakat setempat.
“Nah makanya di kampung ini yang dipimpin oleh ibu harus maju dalam bentuk tabungan biar ke depannya bisa mandiri dalam pengelolaan keungannya dengan baik,” ucap Awal Mahasiswa KKN 02 Cisarua.
Serta secara perlahan kelompok KKN 02 Cisarua meningkatkan pemasaran melalui media sosial seperti memasarkan produk anyaman dan rajutan ini melalui akun instagram, whatsapp dan facebook agar produk yang dipasarkan jangkauan nya lebih luas.
“Ibu kan di sini udah punya produk yaaaa seperti anyaman, rajutan kenapa ga dipasarkan atau dijual di media sosial? Padahal pendapatannya akan jauh lebih besar loh bu dibandingkan kalau kita hanya focus berjualan offline kaya gini apalagi di masa pandemi seperti saat ini media sosial sangat menjanjikan keuntungan,” kata Hanna dan Tia mahasiswi KKN O2 Cisarua.
“Desa Batulayang ini tuh termasuk desa yang maju dalam Sumber Daya Alam-nya salah satunya (DESWITA) Desa Wisata Batulayang. Hanya saja pemasarannya kurang optimal ditambah lagi di era new normal ini tidak banyak wisatawan yang datang dan masyarakat diluar pun gatau DESWITA itu ada apa aja padahal kan banyak sekali spot wisata yang bernuansa alam kaya air terjun, tempat berkemah, ada outbond juga buat acara family gathering, dan di sini juga sebenarnya sudah sesuai dengan protokol kesehatan seperti menyiapkan ember cuci tangan, sabun cuci tangan, udah disemprot desinfektan juga tiap minggu biar seteril terhidar dari kuman deh,” ucap Pengelola DESWITA.
Kegiatan penguatan ekonomi yang dilakukan oleh kelompok KKN 02 Cisarua memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat, yang mana kegiatan KKN 02 Cisarua ini sudah membentuk suatu kelompok tabungan berbasis syariah dan juga peningkatan pemasaran baik online maupun offline dilakukan dengan lancar secara bertahap memberikan keuntungan untuk masyarakat Kampung Pasir Manggis Agrikon Desa Batulayang. (RB)





