by

Wali Kota dan DPRD Kota Bogor Angkat Topi dengan Kinerja Direksi

BOGORONLINE.com, Kota Bogor – Ada yang berbeda dengan suksesi pengisian kursi direksi Perumda Tirta Pakuan kali ini. Ya, jika dibandingkan dengan prosesi yang sama pada lima tahun lalu, terdapat lonjakan jumlah peserta seleksi. Terlebih, mayoritas peserta justru hadir dari kalangan internal. Pertanda apakah ini?.

“Jika dicermati dengan mengacu sudut pandang sistematika karir, maka nampak jelas bahwa kondisi internal Perumda saat ini sangatlah baik. Dan seharusnya ini dapat dijadikan acuan bagi BUMD lainnya,” papar Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Eka Wardhana, Rabu (11/11/2020).

Saat ini terdapat sepuluh nama calon direksi yang telah lolos administrasi dan tengah menjalani tahap selanjutnya Uji Kelayakan dan Kepatuhan (UKK). Mereka yang berasal dari internal perusahaan di antaranya, Rino Indira Gusniawan, Ardani Yusuf, Dicky Budhy Purnama, Makmur Gunawan, Nazrul Zahar, Rinda Lilianti, Rivelino Rizky dan Sonny Hendarwan. Sedangkan dua pendaftar lainnya Aep Saefuloh dan R. Joko Sarjanoko merupakan pendaftar di luar manajemen Tirta Pakuan.

“Tata kelola perusahaan yang sudah dibangun dengan baik harus mampu dipertahankan. Dan seyogyanya Wali Kota haruslah memiliki banyak pertimbangan obyektif saat memutuskan siapakah yang layak menjabat jadi direksi Tirta Pakuan nanti,” beber politikus Partai Golkar yang juga menjabat sebagai Koordinator Komisi II DPRD Kota Bogor tersebut.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya pun berpendapat sama. Menurut Bima, munculnya dominasi kalangan internal pada tahapan pemilihan direksi telah membangun sebuah harapan besar.

“Ini memberikan bukti bahwa perusahaan ini memiliki jenjang karir yang baik. Dan tentu memiliki potensi kinerja baik. Sebab, dengan banyaknya kalangan internal yang mendaftar maka kualitas individu mereka pun mumpuni,” tutur Bima.

Tantangan terbesar Perumda Tirta Pakuan ke depannya, jelas Bima, masih terkait layanan keluhan pelanggan. Dan Bima akan membuat sejumlah pertanyaan terkait hal ini. Bima menerangkan, jadi ketika fit and proper test nanti, mereka harus bisa menjelaskan apa yang terjadi dan bagaimana menyelesaikannya.

“Banyaknya calon internal memberikan nuansa baru untuk kepemimpinan direksi mendatang. Harapan saya direksi baru mampu menjawab itu. Kalau prestasi semua sudah tahu berbagai macam, dimana kami posisi tiga besar di Indonesia. Tapi kan pelanggan di lapangan bertanya-tanya kok air masih mati, tagihan mahal. Nah, itu harus dijawab oleh calon direksi,” tambahnya.

Perlu diketahui, tahapan UKK dilaksanakan pada 10-13 November. Mereka yang mumpuni bakal diumumkan pada 17 November. Lalu pada 23 November mendatang, enam besar nama calon direksi akan diserahkan kepada Wali Kota Bogor Bima Arya.

Terpisah, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan, Deni Surya Senjaya berharap para calon suksesornya nanti, khususnya mereka yang berasal dari internal Tirta Pakuan, dapat menunjukan kualitasnya. Deni meyakini bahwa etos kerja yang ia bangun bersama Ade Sya’ban Maulana (Direktur Teknik) dan Rino Indira (Direktur Umum) dalam empat tahun ini, mampu menghasilkan SDM yang mumpuni.

“Insya Allah program peningkatan SDM yang kami laksanakan setiap tahunnya ternyata cukup berhasil. Saya berharap mereka dapat memaksimalkan peluang yang ada saat ini dan mampu menunjukan kemampuan individunya,” singkat Deni. (*)

ARTIKEL REKOMENDASI

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *