by

Korupsi Bansos Pandemi di Desa Cipinang Rumpin, 15 Figuran Masih Berstatus Saksi

BOGORONLINE.COM, CIBINONG – Penyidik Satreskrim masih mendalami keterlibatan 15 orang figuran dalam kasus korupsi dana bantuan sosial tunai (BLT) untuk warga miskin terdampak COVID-19 di Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin. 15 orang tersebut, merupakan orang suruhan, LH (32), Kasie Pelayanan Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin yang sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Sementara 15 figuran ini masih berstatus saksi, masih kita dalami. Kalau bukti cukup akan kita tersangkakan,” kata Harun, saat menggelar Konferensi Pers di Polres Bogor, Cibinong, Senin (15/2).

Baca juga :

Kasus Korupsi Bansos, Sekdes Cipinang Buron

Kapolres mengungkapkan, kasus korupsi bansos tunai pemerintah yang digunakan untuk penanganan pandemi ini berawal dari laporan masyarakat Rumpin. Setelah dilakukanya penyelidikan, penyidik menemukan adanya kejanggalan data penerima bantuan tersebut.
“Tersangka memanipulasi 30 data penerima bansos, sehingga meraup uang senilai Rp54 juta atau Rp1,8 juta dari setiap satu akun penerima bansos,” terang mantan penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Harun menyebutkan, LH melakukan aksinya dengan dibantu 15 warga yang masing-masing dibekali dua akun penerima bansos untuk melakukan pencairan di Kantor Pos Cicangkal, Rumpin, Bogor.

“Sebanyak 15 warga yang mencairkan dana bantuan dengan kertas barcode berisi Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga setempat itu masing-masing dibayar oleh LH senilai Rp250 ribu,” lanjutnya. (*)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *