by

Antisipasi Korupsi di Tingkat Desa, Pemkab Bogor akan Perketat Sistem

Bogoronline.com, Cibinong – Korupsi tingkat desa di Kabupaten Bogor menggambarkan buruknya sistem yang ada di tingkat mikro ini.

Sejak Februari 2021, tercatat ada dua desa yang menyelewengkan dana yakni Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin dengan kasus penyalahgunaan Bantuan Sosial Tunai (BST) . Kedua, di Desa Sukawangi Kecamatan Sukamakmur dengan kasus penyalahgunaan anggaran desa Tahun Anggaran 2019. Keduanya dianggap lemah dari sistem pengawasan.

Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) akan memberlakukan sistem yang terbuka dan ketat agar tidak ada lagi kejadian hal yang sama.

“Kita menyayangkan dan kita akan antisipasi dengan menggunakan sistem yang lebih terbuka dan bekerjasama dengan pihak penyedia dan penyalur,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor, Renaldi Yushab Fiansyah.

Selain itu, pihaknya juga akan memonitor langsung penggunaan dana yang diterima desa mulai dari perencanaan hingga akhir penyelesaian program.

“Jadi, saat anggaran ini ditarik, kita bisa monitor, ini salah satu bentuk kontrol kita. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama kita bangun sistem itu dengan beberapa bank penyalur supaya gampang memonitor,” jelasnya.

Seperti diketahui, per Februari 2021 ada dua kasus penyelewengan dana yang dilakukan pihak desa. Pertama penyalahgunaan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Desa Cipinang Kecamatan Rumpin yang dilakukan oleh Kasi Pelayanan, LH (32Th) yang meraup keuntungan hingga Rp54.000.000.

Kedua, Kades Sukawangi periode 2015-2020 , Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, EH menjadi tersangka penyalahgunaan anggaran desa TA 2019 dengan keuntungan sebesar Rp900 juta rupiah lebih. (eg)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *