BEM Unusia Aldi: Polres Bogor Jangan Slow Motion Lahh, Tangani Kriminalitas

BogorOnline.com-CIBINONG

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Aldi Hidayat mengatakan, kriminalitas yang terjadi di Kabupaten Bogor, adalah tindakan yang melanggar dari fungsi sosiologi Hukum. Apalagi masih ia mengatakan, terjadinya kriminalitas sangat rentan terjadi di negara berkembang, dengan jumlah penduduk yang padat dan pendapatan per kapita yang rendah, dan taraf pemerataan pendidikan yang rendah menjadi salah satu faktor timbul nya kriminalitas. Sedangkan, di Bumi Tegar Beriman, contoh kriminalitas yang terjadi secara masif yang adalah Tawuran, baik tawuran pelajar maupun tawuran antar pemuda gangster.

“Belum lama ini saya menyaksikan langsung pada hari Sabtu dini Hari Pukul 03.30 seusai pulang aktivitas di kampung warujaya Kecamatan Parung terjadi tawuran antar pemuda/gangster, membawa berbagai macam senjata tajam berukuran 3 kepala manusia bertebaran dalam jumlah yang banyak. Bahkan saya ikut memergoki dan menangkap para pemuda yang terciduk ketika mobil aparat kepolisian sektor Parung datang di akhir sesi tawuran tersebut,” ujarnya.

Adi menambahkan, Kabupaten Bogor mempunyai populasi penduduk sekitar 5.427.068 jiwa, dan di nobatkan sebagai kabupaten dengan penduduk terbanyak di Jawa barat. Aldi berpendapat, Terkait marak nya kriminalitas tentu ada 2 faktor ujarnya, faktor Eksternal atau faktor luar yang mempengaruhi pelaku tindak kriminal melakukan kejahatan, dan faktor Internal atau faktor yang memang timbul dari masalah personal dalam dirinya. Sekeras apapun upaya pemerintah dan aparat untuk memberantas kriminalitas, namun jika kesejahteraan dan tingkat pendidikan atau sosialisasi secara pemahaman terhadap masyarakat masih dibawah rata-rata maka kriminalitas akan terus berkembang.

Aldi mengkritisi, bahwa harus ada upaya lebih serius terutama dalam hal ini Pihak Kepolisian yang secara tupoksi memastikan keamanan dan mencegah Kriminalitas yang terjadi di Kabupaten Bogor. Menurut nya, Polres Bogor di bawah komando AKBP Rio Wahyu Anggoro harus lebih tegas dan serius menanggapi persoalan Kriminalitas yang terjadi di kabupaten Bogor, terutama dalam hal ini yang mempunyai jobdesk lebih intens adalah AKP Ari Nugroho sebagai Kasat Intelkam Polres Bogor. Aldi mendesak dalam hal ini tak hanya dalam segi keaman saja yang harus dimasifkan dan di perketat, tapi juga edukasi serta sosialisasi yang perlu secara langsung di lakukan kepada pemuda, dan pelajar yang saat ini menjadi objek daripada kriminalitas yang terjadi.

Aldi juga mendesak agar Polres Bogor terutama sektor Intelkam segera melakukan program kerja dengan turun tangan secara langsung dalam Sosialisasi serta edukasi. Pertama, ke desa-desa yang padat penduduk atau secara stratifikasi mempunyai angka putus sekolah yang tinggi. Kedua, ke beberapa sekolah-sekolah yang masuk kedalam list daftar merah karena pelajar nya sering melakukan aktivitas Tawuran.

“Dengan cara seperti inilah angka tawuran pelajar dan tawuran pemuda/gangster dapat mengalami penurunan persentase di wilayah Kabupaten Bogor,” tutupnya.(rul)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *