Bogor – DPD NasDem Kabupaten Bogor mengukuhkan kepengurusan Garda Pemuda NasDem Kabupaten Bogor pada Kamis 22 Agustus 2024.
Ketua GP NasDem Kabupaten Bogor, Siti Nida Nasiba menyampaikan, pembentukan kepengurusan GP NasDem itu diharapkan menjadi semangat pemuda dalam membangun daerahnya sendiri.
“Saya berharap ini menjadi semangat pemuda untuk berperan aktif dalam pembangunan daerah. Semoga GP NasDem Kabupaten Bogor dapat menjadi motor penggerak perubahan, memperkuat barisan kepemudaan yang progresif dan peduli pada isu-isu sosial, serta menjadi wadah bagi kreativitas dan aspirasi generasi muda,” kata dia.
Ia juga berharap, GP NasDem Kabupaten Bogor mampu menjalankan misi restorasi dengan penuh komitmen dan dedikasi, serta menjadi laboratorium bagi pemuda di Kabupaten Bogor dalam menghadirkan gagasan-gagasan segar untuk kemajuan Kabupaten Bogor.
“Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Bogor yang lebih baik melalui langkah-langkah nyata, inovatif, dan kolaboratif. Bersatu, berjuang, dan menang untuk kepentingan rakyat,” tegas dia.
Pembina GP NasDem, M. Rizky menyampaikan pengukuhan pengurus GP NasDem itu merupakan upaya partai NasDem dalam menghasilkan tokoh-tokoh muda berpengaruh di Bumi Tegar Beriman.
“GP NasDem menjadi rumah produksi tokoh-tokoh muda di Kabupaten Bogor yang bertujuan bisa ikut membesarkan partai NasDemĀ kedepan dan berkontribusi positif dalam pembangaunan Kabupaten Bogor,” kata M. Rizky.
Ia menilai, dalam menyambut bonus demografi, partai NasDem sudah menyiapkan struktur-struktur strategis untuk mengembangkan SDM Pemuda sedini mungkin.
“Tokoh Muda itu dibentuk, pembentukannya harus terarah agar kebermanfaatanya juga nyata bisa dirasakan oleh rakyat. GP NasDem ini adalah upaya untuk menciptakan itu, Pemuda berkualitas, Pemuda yang punya kapasitas,” jelas dia.
M. Rizky menyampaikan, GP NasDem juga diperuntukkan sebagai wadah pendidikan politik untuk para pemuda. Sebab, tidak sedikit Pemuda yang buta terhadap pentingnya berpolitik.
“Politik itu penting untuk membangun bangsa. Pemuda harus melek dan terbuka terhadap politik, jangan sampai melek saat ada kejadian-kejadian janggal keputusan politik saja. Tapi kita harus melek politik agar bisa mengawal dan menjadi pemain dalam politik itu sendiri untuk mencapai kebahagiaan bersama,” tutup dia.





