Jabatan Dirut PDAM Tirta Kahuripan Diperpanjang

Cibinong – bogoronline.com – Jabatan Hadi Mulya Asmat, sebagai Direktur Utama PDAM Tirta Kahuripan, diperpanjang lagi selama enam bulan. Kebijakan ini diambil buntut dari ada gugatan Perda Nomor 07 tahun 2007 ke Mahkamah Agung, yang diajukan salah seorang pegawai yang kebelet mencalonkan diri jadi orang nomor satu di perusahaan plat merah itu.

“Surat Keputusan (SK) perpanjangan sudah ibu tanda tangani bulan Juni lalu,” kata Bupati Nurhayanti, ditemui Jurnal Bogor, usai menggelar acara halal bi halal bersama seluruh pegawai di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bogor  di Gedung Tegar Beriman, Kamis (14/07).

SK perpanjangan itu kata Nurhayanti, berlaku sejak Juli hingga Desember mendatang. “Perpanjangan jabatan direksi  tidak bertentangan dengan aturan hukum, kendati Pak Hadi Mulya Asmat Cs sudah dua periode menjabat Direktur Utama PDAM,” ujarnya.

Selain alasan tersebut, Nurhayanti menilai, kinerja Direksi PDAM dibawah komando Hadi Mulya Asmat selama dua periode sangat baik, bahkan katanya, selama dipimpin Hadi, PDAM berhasil menyandang predikat perusahaan air minum tersehat di Indonesia.

“Prestasi yang diraih Pak Hadi itu harus kita apresiasi, karena untuk meraih predikat perusahan sehat baik disisi manajerial maupun keuangan tidaklah mudah. Namun, dibawah Pak Hadi, semuanya itu bisa dilakukan,” ungkapnya.

Dari informasi yang dihimpun Jurnal Bogor perpanjangan masa jabatan Hadi Mulya  Asmat Cs itu, terpaksa dilakukan Bupati Nurhayanti, karena hingga masa bhakti Hadi berakhir Juli ini, Pemerintah Kabupaten Bogor, sebagai pemilik perusahaan tak kunjung membentuk panitia seleksi, lantaran menunggu putusan MA.

“Tapi ibu tegaskan, masa perpanjangan hanya sampai Desember, walau ada gugatan ke MA, kita menjadwalkan September nanti panitia seleksi atau Pansel direksi akan dibentuk, dan calon yang terpilih akan bertugas pada awal tahun 2017 mendatang,” tegas Nurhayanti.

Hadi Mulya Asmat, mengaku SK perpanjangan jabatan direktur utama telah diterimanya sejak 27 Juni lalu. “Ini amanah yang sangat berat, karena selain dituntut mempertahankan prestasi yang diraih, kami juga harus menyiapkan program untuk tahun 2017 mendatang yang nantinya akan dilaksanakan direksi baru,” jelasnya.

Tugas berat itu kata Hadi, salah satunya PDAM dituntut memperbanyak sambungan baru, karena sejak aset yang ada di Kota Depok diserahkan ke PDAM Tirta Asasta, jumlah pelanggan berkurang secara signifikan, tak hanya itu perusahaan juga kehilangan sumber daya manusia (SDM) yang berpengalaman, akibat ditarik PDAM milik Pemerintah Kota Depok. (zah)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *